Rabu, 16 Desember 2015



MAKALAH BIOLOGI REPRODUKSI
D3 KEBIDANAN
Dosen pengampu : dr.H.Abdul Aziz,MM

Nama Kelompok :
1.      Anggun Sarah Siska Dewi
2.      Anis Niswatun Azizah
3.      Cicik Fatmawati
4.      Dewi Nila Wati
5.      Fifi Fauziah
6.      Jihan Syahidah
7.      Popon Wulandari
8.      Rizki Rosani Machmudah
9.      Siti Maesaroh
10.  Sumiyati
11.  Zakiyah Tsamrotul Fu’adah

POLTEKES BHAKTI PERTIWI HUSADA CIREBON
Jl. Kampong Melati no.6A Kesambi Cirebon TELP. (0231) 222530 FAX. (0231) 239611


        Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah BIOLOGI REPRODUKSI.
Adapun makalah BIOLOGI REPRODUKSI ini telah kami usahakan semaksimal mungkin dan tentunya dengan bantuan berbagai pihak, sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami tidak lupa menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan makalah ini.
Namun tidak lepas dari semua itu, kami menyadar sepenuhnya bahwa ada kekurangan baik dari segi penyusun bahasanya maupun segi lainnya. Oleh karena itu dengan lapang dada dan tangan terbuka kami membuka selebar-lebarnya bagi pembaca yang ingin memberi saran dan kritik kepada kami sehingga kami dapat memperbaiki makalah biologi reproduksi ini.
Akhirnya penyusun mengharapkan semoga dari makalah biologi reproduksi ini dapat diambil hikmah dan manfaatnya sehingga dapat memberikan inpirasi terhadap para pembaca.



Cirebon,  Desember 2015



                                                                                                                           Penyusun





i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ………………………………………..................................  i
DAFTAR ISI……………………………………………………………………......  ii
BAB 1 PENDAHULUAN
a.       Latar Belakang Masalah…………………..…………………………………... 1
b.      Rumusan Masalah……………………………………………………………. 1
c.       Tujuan Penulisan……………………………………………………………... 1

BAB 2 BIOLOGI REFRODUKSI
a.       Pengertian biologi refroduksi………………………………………………... 2
b.      Perkembangan biologi……………………………………………………...... 3
c.       Ruang lingkup biologi……………………………………………………….. 3

BAB 3 KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP
a.       Pengertian klasifikasi makhluk hidup………………………………………... 6
b.      System klasifikasi makhluk hidup…………………………………………… 7
c.       Tingkatan klasifikasi makhluk hidup……………………………………….. 12


BAB 4 HORMON DAN SISTEM ENDOKRIN
a.       Pengertian system endokrin…………………………………………………. 16
b.      Sel-sel penyusun organ endokrin……………………………………………. 16
c.       Klasifikasi, fungsi, dan sifat hormone………………………………………. 17
d.      Jenis kelenjar endokrin……………………………………………………… 18
e.       Sifat hormone………………………………………………………………... 20
f.       Mekanisme hormone………………………………………………………… 20
g.      System endokrin pada vertebrata…………………………………………….. 23
h.      Penyakit pada system endokrin…………………………………………….... 26
BAB 5 RGAN REFRODUKSI WANITA
a.       Pengertian organ refroduksi pada wanita……………………………………. 28
b.      Alat kelamin wanita………………………………………………………….  31
KASIMPULAN……………………………………………………………………..  33
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………. 34











ii





BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG MASALAH
Biologi (ilmu hayat) adalah ilmu yang mengenai kehidupan. Istilah ini diambil dari bahasa Belanda “Biologie”, yang juga diturunkan dari gabungan kata bahasa Yunani, bios (hidup) dan logos (lambang, ilmu). Dahulu sampai tahun 1970-an digunakan istilah ilmu hayat (diambil dari bahasa Arab), artinya “ilmu kehidupan”.
Objek kajian biologi sangat luas dan mengcangkup semua makhluk hidup. Karenanya dikenal berbagai cabang biologi yang mengkhususkan diri pada setiap kelompok organisme, seperti botani, zoology, dan mikrobiologi. Berbagai aspek kehidupan digali. Cir-ciri fisik dipelajari dalam anatomi sedang fungsinya dalam fisiologi; perilaku dipelajari dalam etologi, interaksi antarsesama makhluk dengan alam sekitar mereka dipelajari dalam ekologi.
Salah satu yang dipelajari dalam anatomi fisiologi manusia adalah sistem reproduksi. Dimana reproduksi adalah salah satu cara yang dilakukan oleh manusia untuk mempunyai keturunan. Alat reproduksi pada manusia secara garis besar dibagi atas dua yaitu alat reproduksi pria dan alat reproduksi wanita.
Alat reproduksi pria terdiri dari penis, skrotum, testis, saluran kelamin, kelenjar kelamin. Sedangkan alat reproduksi wanita adalah bagian-bagian tubuh yang berfungsi dalam proses melanjutkan keturunan. Bila tidak berfungsi maka dengan sendirinya akan menghambat (mengganggu fungsi reproduksi wanita)

1.2  Rumusan Masalah
a.       Apa pengertian biologi reproduksi?
b.      Apa pengertian klasifikasi mahluk hidup?
c.       Apa itu hormone dan system endokrin?
d.      Apa saja organ reproduksi wanita?
1.3  Tujuan Penulisan
a.       Agar kita dapat mengetahui bagian-bagian dari sistem reproduksi pada manusia serta penyakit yang mungkin terjadi pada sistem reproduksi manusia.



BAB 2
BIOLOGI REPRODUKSI
A.   PENGERTIAN BIOLOGI REPRODUKSI
Biologi artinya ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Istilah biologi diambil dari bahasa belanda “biologie”, dan merupakan gabungan dari bahasa yunani “bios” yang artinya “hidup” dan “logos” yang artinya “ilmu atau lambang”. Objek kajian biologi sangat luas dan mencakup semua makhluk hidup. Karenanya, dikenal berbagai cabang biologi yang mengkhususkan diri pada setiap kelompok organisme, seperti : botani, zologi, dan mikrobiologi.
Ruang lingkup biologi dan cabang-cabang ilmu beserta objek yang dipelajari :
1.      Anatomi : susunan tubuh makhluk hidup bagian dalam.
2.      Botani : segala sesuatu tentang kehidupan tumbuhan.
3.      Bakteriologi : segala sesuatu tentang kehidupan bakteri.
4.      Ekologi : hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan tempat hidupnya.
5.      Embriologi : pertumbuhan dan perkembangan embrio.
6.      Entomologi : segala sesuatu tentang serangga.
7.      Fisiologi : fungsi alat tubuh makhluk hidup.
8.      Genetika : sifat menurun dan cara pewarisannya.
9.      Histologi : jaringan tubuh makhluk hidup.
10.  Mikologi : segala sesuatu tentang kehidupan jamur.
11.  Mikrobiologi : segala sesuatu tentang kehidupan renik.
12.  Morfologi : susunan tubuh bagian luar.
13.  Parasitologi : segala sesuatu tentang kehidupan makhluk hidup parasite.
14.  Patologi : gejala dan penyebab penyakit.
15.  Palaentologi : fosil dan penyebarannya dari waktu ke waktu.
16.  Sitology : struktur dan fungsi sel tubuh makhluk hidup.
17.  Taksonomi : pengelompokan makhluk hidup.
18.  Virology : sagala sesuatu yang berhubungan dengan virus.
19.  Zoology : segala sesuatu tentang kehidupan hewan.
20.  Zoogeografi : penyebaran hewan dimuka bumi.



2
B.   PERKEMBANGAN BIOLOGI
Padan zaman sekarang dalam ilmu biologi tidak hanya mempelajari objek diatas saja, melainkan masih banyak objek yang lain, dengan berkembangnya teknologi pada zaman sekarang dalam biologi pun mempelajari tentang aspek biologi yang mengkaji kemungkinan berevolusinya makhluk hidup pada masa yang akan dating, dan memungkinkan adanya makhluk hidup diplanet-planet selain bumi yaitu yang dikenal dengan “astrobiolgi”.Ilm biologi berkembang pada abad ke-19, dimana ilmuan menemukan bukti bahwa organisme memiliki karakteisrtik pokok. Ilmu biologi dirintis oleh ARISTOTELES ilmuan bekebangsaan yunani.
C.   RUANG LINGKUP BIOLOGI
Ilmu biologi merupakan bidang akademik yang sangat luas, namun ruang lingkup biologi selalu mengikuti 3 dimensi yang saling berkaitan, yaitu :
·         Keaneka ragaman.
·         Organisasi kehidupan.
·         Interaksi.
Makhluk hidup atau organisme sanngat beraneka ragam, maka dari itu ada pengelompokan makhluk hidup dilihat dari ciri-ciri masing-masing, dan ilmu yang mempelajari bagaimana organisme dapat dikelompokan berdasarkan kemiripannya dan perbedaan yang dimiliki disebut taksonomi.
Hirarki organisme dari yang terkecil hingga yang terbesar yang dipelajari dalam biologi adalah sebagai berikut :
·         SEL
Sel adalah struktur atau fungsional terkecil dari makhluk hidup yang dibatasi oleh membran sel, sel pertama kali temukan oleh ilmuan inggris yaitu Robert hooke pada tahun 1665, sel mempunyai beberapa jenis diantaranya sel prokaiot (tidak mempu nyai membrane sel), sel ekariot (punya membrane sel), dan mempunyai macam-macam bentuk tergantung pada species dan fungsinya. Ukuran sel 5-15 mikron.
Organela-organela dalam sel antara lain.
a.       Mitochondria.
b.      Badan golgi.
c.       Reticulum endoplasma.
d.      Ribosom.
e.       Vakuola.
f.       Kloroplast.
g.      Sentrosom.

3
JARINGAN
Sel-sel dengan bentuk yang sama akan bersatu membentuk jaringan.
Jaringan pada tumbuhan :
a.       Jaringan dasar.
b.      Jaringan penguat.
c.       Jaringan pengangkut.
d.      Jaringan pelindug.
e.       Jaringan sekretori.
f.       Jaringan meristem.
Jaringan pada hewan dan manusia :
a.       Jaringan epitel.
Jaringan yang menutupi dan membatasi permukaan diluar atau didalam tubuh.
b.      Jaringan penyokong.
Berfungsi memberi kekuatan, sokongan dan perlindungan pada bagian tubuh yang lemah.
c.       Jaringan otot.
Terdiri dari sel-sel otot, sifatnya memanjang dan memendek untuk bergerak.
d.      Jaringan syaraf.
Jaringan yang tersusun atas sel-sel syaraf yang berfungsi sabagai penghantar rangsang dari organ tubuh ke otak atau sebaliknya.
·         ORGAN
Organ terbentuk sebagai hasil kerjasama antar beberapa jaringan yang memiliki bentuk dan fungsi sama. Organ pada tumbuhan meliputi daun, akar, batang, dan bunga. Contoh organ pada hewan dan manusia adalah kulit.
·         SISTEM ORGAN
System organ adalah bentuk kerjasama antar organ untuk melakukan fungsi-fungsi yang lebih komplek sehingga proses yang berlangsung didalam tubuh dalam berjalan sesuai aktivitas organisme.
·         ORGANNISME
Hasil kerjasama seluruh sistem organ pada tubuh sehingga terbentuk fungsi yang lebih komplek serta mampu berinteraksi dengan lingkungan.
·         POPULASI
Sekumpulan organisme sejenis yang tinggal dan hidup bersama disuatu tempat tertentu dalam satu waktu dan saling berinteraksi satu sama lain.
·         KOMUNITAS
Kumpulan dari berbagai populasi organisme yang hidup didaerah tertentu dalam waktu tertentu dan saling berinteraksi satu sama lain.


4
·         EKOSISTEM
Bentuk tingkat organisasi kehidupan berupa hubungan timbal balik antara organisme dan lingkungannya.
·         BIOMA
Bagian dari ekosistem darat yang berupa habitat darat dengan vegetasi khas yang tidak ditemukan didaerah lain.






















5
BAB 3

KLASIFIKASI MAHLUK HIDUP

Makhluk hidup di alam semesta/bumi ini sangat beragam, kucing ada ragamnya contoh seperti kucing kampung/biasa, kucing persia, atau kucing anggora dan masih banyak lagi, atau sayur-sayuran juga ada banyak ragamnya. Untuk memudahkan kita mempelajari atau membedakan antara semua makhluk hidup itu maka dibutuhkan suatu klasifikasi makhluk hidup.
A.                PENGERTIAN KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP
Klasifikasi makhluk hidup adalah mengelompokkan makhluk hidup menjadi golongan-golongan atau unit-unit tertentu berdasarkan persamaan dan perbedaan cirinya. Tujuan klasifikasi makhluk hidup ialah untuk mempermudah dalam mengenal, mempelajari, dan mengetahui hubungan antar makhluk hidup. Proses klasifikasi makhluk hidup dimulai dengan mengelompokkan beberapa individu yang memiliki persamaan ciri ke dalam satu kelompok. Kelompok-kelompok yang terbentuk dari hasil pengklasifikasian makhluk hidup tersebut disebut takson. Takson pada tingkat yang lebih rendah memiliki persamaan sifat dan ciri yang lebih banyak, sedangkan takson pada tingkat yang lebih tinggi memiliki persamaan sifat dan ciri yang lebih sedikit. Ilmu yang mempelajari tentang klasifikasi makhluk hidup ialah taksonomi.

6
B.              SISTEM KLASIFIKASI
Sistem klasifikasi yang kita kenal sekarang merupakan perkembangan klasifikasi makhluk hidup yang berkelanjutan. Perkembangan tersebut diantaranya.
1.      Klasifikasi dua kingdom.
2.      Klasifikasi tiga kingdom.
3.      Klasifikasi empat kingdom.
4.      Klasifikasi lima kingdom.
5.      Klasifikasi enam kingdom.
                       
Ke lima klasifikasi yang sudah disebutkan tadi ialah buatan manusia, jadi sistem klasifikasi yang terbaik bergantung pada kesepakatan bersama dan kebutuhan, karena setiap sistem klasifikasi memiliki dasar tersendiri.
1. Sistem Klasifikasi Dua Kingdom
Dalam sistem klasifikasi dua kingdom, organisme dikelompokkan menjadi dua dunia besar, yaitu dunia tumbuhan (Kingdom Plantae) dan dunia hewan (Kingdom Animalia).

Dunia Tumbuhan (Kingdom Plantae)

           Dunia tumbuhan mencakup makhluk hidup yang memiliki dinding sel dari bahan selulosa dan berklorofil sehingga mampu berfotosintesis. Ganggang, tumbuhan lumut, tumbuhan paku, dan tumbuhan biji termasuk kerajaan tumbuhan. Dalam sistem klasifikasi dua kingdom, bakteri dan jamur dimasukkan ke dalam kelompok ini meskipun tidak memiliki klorofil.

Dunia Hewan (Kingdom Animalia)

            Dunia hewan tidak berdinding sel, tidak berklorofil, dan dapat bergerak bebas. Contohnya adalah hewan bersel satu (Protozoa), hewan berpori (Porifera), cacing (Vermes), hewan berongga (Coelenterata), hewan berbuku-buku (Arthropoda), hewan lunak (Mollusca), hewan berkulit duri (Echinodermata), dan hewan bertulang belakang (Chordata).
2. Sistem Klasifikasi Tiga Kingdom
Klasifikasi tiga kingdom memisahkan jamur yang pada klasifikasi dua kingdom termasuk dunia tumbuhan. Jamur dibedakan karena dinding sel jamur bukan terdiri dari bahan selulosa seperti dinding sel tumbuhan melainkan dari bahan kitin. Perbedaan lainnya juga jamur tidak dapat membuat makanan sendiri (Hererotrof) seperti tumbuhan.

7
Dunia Jamur (Kingdom Fungi)

          Dunia jamur meliputi semua organisme yang memperoleh makanan secara heterotrof dengan cara menyerap makanan (Absorpsi). Jamur mendapatkan makanan dari makhluk hidup lain (Parasit) maupun dengan cara menyerap dari makhluk hidup yang telah mati (Saprofit).

Dunia Tumbuhan (Kingdom Plantae)

           Dunia tumbuhan meliputi semua organisme yang mampu membuat makanannya sendiri (Autotrof) dengan melalui fotosintesis.


Dunia Hewan (Kingdom Animalia)

           Dunia hewan mencakup semua organisme yang mendapatkan makanannya secara heterotrof dengan cara memakan organisme lain.
3. Sistem Klasifikasi Empat Kingdom
Sistem klasifikasi empat kingdom berkembang setelah ditemukannya inti sel (Nurkleus). Ada organisme yang inti selnya tidak memiliki selaput, ada juga organisme yang inti selnya diselubungi selaput.


Kingdom Monera

Semua anggota kingdom Monera tidak mempunyai selaput inti, sehingga disebut organisme prokariotik. Contoh dari kingdom Monera adalah bakteri dan ganggang biru-hijau.

Kingdom Fungi

Semua jenis jamur dimasukkan pada kingdom fungi.


Kingdom Plantae
Semua ganggang (Kecuali ganggang biru-hijau), tumbuhan lumut, tumbuhan paku, dan tumbuhan biji dimasukkan kedalam kingdom ini.
8
Kingdom Animalia

Semua hewan mulai dari Protozoa hingga Chordata termasuk ke dalam kingdom animalia.
4. Sistem Klasifikasi Lima Kingdom
Adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat Whittaker (1969) mengusulkan klasifikasi makhluk hidup menjadi lima kingdom, yaitu Monera, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia. Pada sistem klasifikasi lima kingdom, ganggang yang sebelumnya dimasukkan pada kingdom Plantae, dan Protozoa yang semula dimasukkan di dalam kingdom Animalia selanjutnya dikelompokkan menjadi satu kingdom, yaitu Kingdom Protista.
Kingdom Monera
Kingdom monera artinya tunggal, kingdom ini terdiri dari bakteri dan ganggang biru-hijau. Dilihat dari mikroskop kebanyakan bakteri tampak memiliki ukuran dan bentuk yang sama. Namun, dari bukti biologi molekular dijumpai adanya perbedaan pada ARN ribosom. Sehingga ahli mikrobiologi membedakan bakteri menjadi eubacteria dan archaebacteria.
Sifat-sifat monera ;
·         Ber-sel satu, punya dinding sel. Tapi,
·         Tidak punya membrane inti (bersifat prokariot).
·         Berefroduksi dengan membelah diri.
·         Ex : “BAKTERI DAN GANGGANG HIJAU”.
a.       Bakteri
Bakteri berasal dari bahasa yunani “bacterion” yang artinya batang kecil, awal diketahui bakteri berbentuk batang, tapi ternyata bentuknya bermacam-macam. Berdasarkan bentuknya bakteri dibagi menjadi 3 bentuk  yaitu : bakteri batang, bola atau bulat, dan spiral. Ukurannya 0,1-10 mikro. Tidak memiliki klorofil, punya dinding sel, terdapat dimana-mana (udara, air, makan, minuman, hewan dan didalam tubuh manusia). Berkembangbiak dengan membelah diri (amitosis). Dan apabila dalam bahaya akan membentuk spora.
b.      Pengelompokan bakteri.
Berdasarkan cara memenuhi makannya :
1.      Bakteri autotrof : dapat membuat makanan sendiri.
2.      Bakteri heterotof : tidak dapat membuat makanan sendiri.
c.       Berdasarka oksigen yang digunakan
1.      Bakteri an-aerob (tidak suka oksigen) : tetanus.
2.      Bakteri aerob (suka oksigen) :typus, colera dll.
Bakteri selain merugikan, banyak juga yang menguntungkan bagi manusia. Diantara nya adalah bakteri yang menguntungkan dan merugikan.
9
Bakteri menguntungkan
1.      Lactobasilus griseus : pembuatan yogurt.
2.      Streptomyses : antibiotic streptomysin.
3.      Lactobasiles casei : minuman coconut dari air kelapa.
4.      Rhizobium : penyuburan tanaman.
Bakteri merugikan
1.      Vibrio coma : malaria.
2.      Salmonela typi : typus.
3.      Triponema palidum : syphilis (penyakit kelamin).
4.      Micobaktery TBC : TBC.
Eubacteria ialah kelompok bakteri yang menghasilkan gas metan dari sumber karbon yang sederhana dan hidup di lingkungan biasa

Archaebacteria ialah kelompok bakteri yang dapat hidup di lingkungan ekstrim, misalnya pada sumber air panas, di dalam laut dengan kadar garam tinggi, atau di tempat yang asam.
b. ganggang hijau
mikroorganisme yang berguna dalam :
1.      Ekosistem : berupa “fitoflangton” makan ikan kecil – dimakan ikan besar – sumber energy manusia (ekosistem).
2.      Mengikat nitrogen (N2) beguna untuk menuburkan tanaman.
3.      Ada yang dikembangkan jadi sumber makanan manusia.

Kingdom Protista

Kingdom ini terdiri dari organisme yang memiliki selaput inti dan bersel tunggal. Protista dapat ditemui di mana saja, baik di air tawar, air laut, daerah lembab, atau pun hidup bersimbiosis dengan organisme lain. Protista dikelompokkan menjadi tiga, yaitu protista menyerupai hewan (Protozoa), protista menyerupai tumbuhan (Ganggang), dan protista menyerupai jamur. Hampir semua protista hidup di air karena mereka tidak memiliki pelindung yang dapat menjaga tubuhnya dari kekeringan.
Golongan protozoa antara lain :
a.       Rhizoppoda
1.      Amuba parasite pada perut hewan dan manusia.
2.      Foraminifera + radioralia merupakan protozoa yang menguntungkan manusia, karena keberadaanya disuatu tempat merupakan petunjuk adanya minyak bumi.
10
3.      Radioralia yang mengandung zat kersik, bisa dibuat untuk obat gosok.
b.      Flagellate
1.      Trypanosoma gambiensa : penyakit tidur.
2.      Trypanosoma cruzi : penyakit anemia.
3.      Evansi : penyakit sura pada ternak.
c.       Ciliata
Contoh : paramecium hidup di air tawar, sawah. Didinium hidup pada air bekas timbunan sampah.
d.      Sporozoa
Tidak mempunyai alat gerak, seluruh anggota tubuhnya hidup sebagai parasite pada manusia dan hewan.
Contoh : plasmodium menyebabkan penyakit malaria.

Kingdom Fungi

Kingdom ini umumnya bersel banyak, punya membran inti, dan memiliki peran sebagai dekomposer pada lingkungan. Jamur mendapatkan makanan dengan cara saprofit atau parasit.
Contoh : 1. Zygomicota. 2. Ascomycota 3. Basidiomycota 4. Deuteromycota.
Kegunaan bagi manusia adalah sebagai sumber makanan, antibiotic dll. Sebagian ada yang beracun bagi manusia.



Kingdom Plantae

Plantae atau tumbuhan ialah organisme yang mempunyai membran inti (Eukariotik) yang dapat membuat makanannya sendiri dan bersel banyak. Pada umumnya plantae hidup di darat. Perkembangbiakannya bisa secara kawin dan tidak kawin.


Kingdom Animalia

Animalia atau hewan adalah organisme yang memakan makhluk hidup lain untuk kebutuhan makanannya. Sel-sel hewan tidak memiliki dinding sel. Hewan ada yang tinggal di laut, di air tawar, dan juga di darat.
5. Sistem Klasifikasi Enam Kingdom
Keempat sistem klasifikasi yang sudah disebutkan sebelumnya tadi belum memsukkan virus dalam klasifikasinya. Virus memang berbeda dengan organisme lain. Tubuh virus tersusun atas asam nuklea yang diselubungi oleh protein. Di luar sel hidup, virus merupakan benda mati. Virus hanya dapat hidup dan memperbanyak diri dalam sel hidup inangnya. Jadi sistem klasifikasi enam kingdom merupakan sistem klasifikasi lima kingdom dengan penambahan kingdom Virus.
11
C.               TINGKATAN KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP
Klasifikasi dilakukan untuk mempermudah dalam mempelajari makhluk hidup. Klasifikasi disusun dalam bentuk bertingkat berdasarkan banyak sedikitnya persamaan dan perbedaan yang ada pada makhluk hidup. Tingkatan tersebut disebut sebagai takson.
Tingkatan terkecil dari klasifikasi makhluk hidup adalah species dan yang terbesar adalah kingdom. Species yang berkerabat dekat ditempatkan dalam satu tingkatan yaitu genus. Beberapa genus dimasukkan ke dalam satu famili. Beberapa famili dimasukkan ke dalam satu ordo. Beberapa ordo dimasukkan ke dalam satu kelas. Beberapa kelas dimasukkan ke dalam satu divisio untuk kelompok tumbuhan atau ke dalam satu filum untuk kelompok hewan. Beberapa divisio atau filum dimasukkan ke dalam satu kingdom.

Tabel urutan Takson dari yang tertinggi hingga terendah
Bahasa Latin
Bahasa Inggris
Bahasa Indonesia
Regnum
Kingdom
Kerajaan
Diviso/Phylum
Division/Phylum
Divisi/Filum
Classis
Class
Kelas
Ordo
Order
Bangsa
Familia
Family
Suku
Genus
Genus
Marga
Species
Species
Jenis


1. Kingdom
Kingdom merupakan tingkatan takson tertinggi. Semula makhluk hidup di dunia ini hanya dikelompokkan menjadi dua kingdom, yaitu plantae dan animalia. Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan saat ini makhluk hidup dikelompokkan menjadi enam kingdom, yaitu Monera, Protista, Fungi, Plantae, Animalia, dan Virus.
2. Divisi atau Filum
Setiap kingdom dapat dibagi lagi menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil. Kelompok ini pada tumbuhan disebut dengan Divisi, sedangkan pada hewan disebut Filum.








12
Divisi Kingdom plantae
  1. Thallophyta
  2. Bryophyta
  3. Pteridophyta
  4. Spermatophyta

Filum Kingdom Animalia 
  1. Hewan berpori (Porifera)
  2. Hewan berongga (Coelenterata)
  3. Cacing pipih (Platyhelminthes)
  4. Cacing gilig (Nemathelminthes)
  5. Cacing gelang (Annelida)
  6. Hewan Lunak (Moluska)
  7. Hewan berbuku-buku (Arthropoda)
  8. Hewan berkulit duri (Echinodermata)
  9. Hewan bertulang belakang (Chordata)

3. Kelas
Setiap divisi atau filum dapat dipecah lagi menjadi kelompok yang lebih kecil yang dikenal kelas. Dasar pengelompokannya menggunakan sifat atau ciri yang masih umum. Misalnya, divisi spermatophyta dibedakan lagi menjadi beberapa kelas berdasarkan keping bijinya, menjadi kelas monokotil dan kelas dikotil.
4. Ordo
Setiap kelas dapat dipecah menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil yang disebut ordo. Dasar pengelompokannya adalah sifat atau ciri khusus dari ciri yang digunakan sebagai dasar pengelompokan tingkat kelas. Misalnya, kelas monokotil dapat dibedakan menjadi beberapa ordo, di antaranya :
  1. Rumput-rumputan (Poales)
  2. Rumput teki (Cyperates)
  3. Jahe-jahean (Zingiberales)
  4. Bakung-bakungan (Liliales)
  5. Pandan-pandanan (Pandanales)



13
5. Famili
Berdasarkan sifan dan ciri yang lebih khusus, setiap ordo dapat dibedakan lagi menjadi beberapa famili. Misalnya, ordo liliales dapat dibedakan menjadi famili lili-lilian (Liliaceae), dan amarilis (Amaryllidaceae).
6. Genus
Setiap famili dapat dibedakan lagi menjadi kelompok yang lebih kecil yaitu dikenal dengan Genus. Anggota-anggota genus mempunyai persamaan ciri yang lebih banyak bila dibandingkan tingkatan takson di atasnya. Misalnya, famili liliceae terbagi menjadi, genus lili (Lilium), lidah buaya (Aloe), dan bawang-bawangan (Allium).
7. Species
Spesies merupakan tingkatan takson terendah dalam klasifikasi. Setiap genus dapat memiliki beberapa species. Misalnya, genus allium mempunyai dua spesies, yaitu Allium cepa (Bawang merah) dan Allium sativum (Bawang putih).
Untuk memperjelas klasifikasi dari kingdom hingga spesies, coba perhatikan bagan klasifikasi dari spesies Allium Sativum (Bawang putih) dan Allium Cepa (Bawang merah) berikut ini.





14
Pada klasifikasi yang sangat khusus, selain tujuh tingkatan takson yang sudah disebutkan masih ada pengelopokan lebih lanjut, yaitu dengan menambahkan awalan super-, sub-, atau infra-. Perhatikan klasifikasi berikut ini.
  • Regnum : Plantae
  • Divisio : Spermatophyta
  • Subdivisio : Gymnospermae
  • Classis : Dicotyledoneae
  • Subclassis : Dialypetalae
  • Ordo : Aristolochiales
  • Familia : Rafflesiaceae
  • Genus : Rafflesia
  • Species : Rafflesia Arnoldi

Kunci determinasi adalah kunci untuk mengelompokkan makhluk hidup ke dalam kelompok tertentu. Dalam kunci tersebut terdapat sejumlah deskripsi/keterangan mengenai ciri-ciri bagian tubuh makhluk hidup. Kunci determinasi yang biasa digunakan adalah kunci dikotomi yang berisi sejumlah keterangan yang disusun secara berpasangan. Pada setiap pasangan keterangan, organisme dipisahkan menjadi dua kelompok dengan ciri-ciri yang berlawanan atau berbeda.











15
BAB 4
HORMON DAN SISTEM ENDOKRIN
A.    PENGERTIAN SISTEM ENDOKRIN
Sistem Endokrin disebut juga kelenjar buntu, yaitu kelenjar yang tidak mempunyai saluran khusus untuk mengeluarkan sekretnya. Sekret dari kelenjar endokrin dinamakan hormon. Hormon berperan penting untuk mengatur berbagai aktivitas dalam tubuh hewan, antara lain aktivitas pertumbuhan, reproduksi, osmoregulasi, pencernaan, dan integrasi serta koordinasi tubuh. Sistem endokrin hamper selalu bekerja sama dengan sistem saraf, namun cara kerjanya dalam mengendalikan aktivitas tubuh berbeda dari sistem saraf. Ada dua perbedaaan cara kerja antara kedua sistem tersebut. Kedua perbedaan tersebut adalah sebagai berikut.
1.                  Dibandingkan dengan sistem saraf, sistem endokrin lebih nanyak bekerja melalui transmisi kimia.
2.                  Sistem endokrin memperhatikan waktu respons lebih lambat daripada sistem saraf. Pada sistem saraf, potensial aksi akan bekerja sempurna hanya dalam waktu 1-5 milidetik, tetapi kerja endokrin melalui hormon baru akan sempurna dalam waktu yang sangat bervariasi, berkisar antara beberapa menit hingga beberapa jam. Hormon adrenalin bekerja hanya dalam waktu singkat, namun hormon pertumbuhan bekerja dalam waktu yang sangat lama. Di bawah kendali sistem endokrin (menggunakan hormon pertumbuhan), proses pertumbuhan memerlukan waktu hingga puluhan tahun untuk mencapai tingkat pertumbuhan yang sempurna.
Dasar dari sistem endokrin adalah hormin dan kelenjar (glandula), sebagai senyawa kimia perantara, hormon akan memberikan informasi dan instruksi dari sel satu ke sel lainnya. Banyak hormon yang berbeda-beda masuk ke aliran darah, tetapi masing-masing tipe hormon tersebut bekerja dan memberikan pengaruhnya hanya untuk sel tertentu.
B.     SEL-SEL PENYUSUN ORGAN ENDOKRIN
Sel-sel penyusun organ endokrin dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
1.      Sel Neusekretori
adalah sel yang berbentuk seperti sel saraf, tetapi berfungsi sebagai penghasil hormon. Contoh sel neusekretori ialah sel saraf pada hipotalamus. Sel tersebut memperhatikan fungsi endokrin sehingga dapat juga disebut sebagai sel neuroendokrin. Sesungguhnya, semua sel yang dapat menghasilkan sekret disebut sebagai sel sekretori. Oleh karena itu, sel saraf seperti yang terdapat pada hipotalamus disebut sel neusekretori.


16
2.      Sel endokrin sejati
disebut juag sel endokrin kelasik yaitu sel endokrin yang benar-benar berfungsi sebagai penghasil hormon, tidak memiliki bentuk seperti sel saraf. Kelenjat endokrin sejati melepaskan hormon yang dihasilkannya secara langsung ke dalam darah (cairan tubuh). Kelenjar endokrin sejati dapat ditemukan pada hewan yang memepunyai sistem sirkulasi, baik vertebrata maupun invertebrata. Hewan invertebrata yang sering menjadi objek studi sistem endokrin yaitu Insekta, Crustaceae, Cephalopoda, dan Moluska. Kelenjar ensokrin dapat berupa sel tunggal atau berupa organ multisel.
C.             KLASIFIKASI, FUNGSI, DAN SIFAT HORMON
Berdasarkan hakekat kimianya, hormon dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu hormon peptide dan protein, steroid, dan turunan tirosin.
Steroid
Peptida
Protein Besar
Turunan Tirosin
Testosteron 
Esterogen
Progesteron
Kortikosteroid
Vitamin D-3
Hormon Hipotalamus 
Angiotensin
Somatostatin
Gastrin
Sekretin
Glukagon
Kalsitonin
Insulin
Parathormon
Hormon Pertumbuhan 
Prolaktin
LH
FSH
TSH
Katekolamin, meliputi : 
Noradrenalin
Adrenalin
Hormon Tiroid, meliputi :
Tiroksin (T4)
Triiodotironin (T3)
Selain berbagai hormon yang telah disebutkan di atas, terdapat sejumlah zat kimia yang menyerupai hormon, antara lain :



17
Hormon Thymic : Hormon dari kelenjar timus (thymus), berperan untuk mempengaruhi perkembangan sel limfosit B menjadi sel plasma, yaitu sel penghasin antibodi.
Hormon Brakidin : Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar yang sedang aktif, bekerja sebagai vasodilator (yang menyebabkan pembuluh darah membesar) sehingga dapat meningkatkan aliran darah dan merangsang pengeluaran keringat dan air ludah dalam jumlah lebih banyak.
Hormon Eritropuitin : Merupakan glikoprotein yang proses sintesisnya melibatkan hati dan ginjal, hormon ini dapat merangsang pusat pembentukan sal darah di sumsum tulang sehingga tubuh akan menghasilkan sel darah merah dalam jumlah yang lebih banayak. Hal ini bermanfaat dalam meningkatkan jumlah oksigen yang dapat diangkut oleh darah.
Hormon Prostaglin, Eritropuitin, Histamin, Kinin, dan Renin dapat disintesis secara luas oleh berbagai jaringan tau organ yang sebenarnya tidak berfungsi sebagai organ endokrin.
Hormon Feromon : suatu senyawa kimia spesifik yang dilepaskan oleh hewan ke lingkunganya.dan dpapat menimbulkan respons prilaku, perkembangan, reproduktif. Dan untuk membereikan daya tarik seksual, menandai daerah kekuasaan, mengenali individu lain dalam spesies yang sama dan berperan penting dalam sinkronisasi siklus seksual.
D.    JENIS KELENJAR ENDOKRIN
1.      KELENJAR PITUITARI
Kelenjar pituitari ini dikenal sebagai master of glands (raja dari semua kelenjar) karena pituitari itu dapat mengkontrol kelenjar endokrin lainnya. Sekresi hormon dari kelenjar pituitari ini dipengaruhi oleh faktor emosi dan perubahan iklim. Pituitari dibagi 2 bagian, yaitu anterior dan posterior.
a.  Hipofisis anterior:
Hormon Somatotropin(untuk pembelahan sel,pertumbuhan)
Hormon tirotropin(sintesis hormon tiroksin dan pengambilan unsur yodium)
Hormon Adrenokortikotropin(merangsang kelenjar korteks membentuk hormon)
Hormon Laktogenik(sekresi ASI)
Hormon Gonadotropin( FSH pada wanita pemasakan folikel, pada pria pembentukan spermatogonium; LH pada wanita pembentukan korpus luteum,pada pria merangsang sel interstitial membentuk hormon testosteron)
18
b. Hipofisis Medula(membentuk hormon pengatur melanosit)
c.  Hipofisis posterior
Hormon oksitosin(merangsang kontraksi kelahiran).
Hormon Vasopresin( merangsang reabsorpsi air ginjal).

2.      KELENJAR TIROID
Kelenjar tiroid adalah salah satu dari kelenjar endokrin terbesar pada tubuh manusia. Kelenjar ini dapat ditemui di leher. Kelenjar ini berfungsi untuk mengatur kecepatan tubuh membakar energi, membuat protein dan mengatur kesensitifan tubuh terhadap hormon lainnya. Kelenjar tiroid dapat distimulasi dan menjadi lebih besar oleh epoprostenol. Fungsi tiroid diatur oleh hormon perangsang tiroid (TSH) hipofisis, dibawah kendali hormon pelepas tirotropin (TRH) hipotalamus melalui sistem umpan balik hipofisis-hipotalamus. Faktor utama yang mempengaruhi laju sekresi TRH dan TSH adalah kadar hormon tiroid yang bersirkulasi dan laju metabolik tubuh.
3.       KELENJAR PARATIROID
 Ada 2 jenis sel dalam kelejar paratiroid, ada sel utama yang mensekresi hormon paratiroid (PTH) yang berfungsi sebagai pengendali keseimbangan kalsium dan fosfat dalam tubuh melalui peningkatan kadar kalsium darah dan penuurunan kadar fosfat darah dan sel oksifilik yang merupakan tahap perkembangan sel chief.
4.      ADRENALIN
5.       PANKREAS
Kelenjar ini menghasilkan hormon insulin.
6.      KELENJAR KELAMIN (GONAD)
Testis pada laki-laki dan ovarium pada wanita.
Ovum     :Menghasilkan hormon estrogen yang berfungsi untuk menebalkan dinding rahim dan progesteron yang berfungsi untuk menjaga ketebalan dinding Rahim.



19
E.              SIFAT HORMON
Semua hormon umunya memperlihatkan adanya kesamaan sifat. Beberapa sifat yang umum diperlihatkan oleh hormon ialah sebagai berikut.
  1. Hormon Polipeptida biasanya disintesis dalam bentuk precursor yang belum aktif (disebut sebagai prohormon), contohnya proinsulin. Prohormon memiliki rantai yang panjang daripada bentuk aktifnya.
  2. Sejumlah hormon dapat berfungsi dalam konsentrasi yang sangat rendah dan sebagian hormon berumur pendek.
  3. Beberapa jenis hormon (misalnya adrenalin) dapat segera beraksi dengan sel sasaran dalam waktu beberapa detik, sedangkan hormon yang lain (contohnya esterogen dan tiroksin) bereaksi secara lambat dalam waktu beberapa jam samapai beberapa hari.
  4. Pada sel sasaran, hormon akan berkaitan dengan reseptornya.
  5. Hormon kadang-kadang memerlukan pembawa pesan kedua dalam mekanismenya.

F.     MEKANISME AKSI HORMON
Reseptor Hormon Pada Membran
Reseptor untuk hormon pada suatu sel dapat terletak pada membrane atau sitoplasma biasanya merupakan reseptor untuk hormon protein atau peptida. Apabila sudah sampai di dekat sel sasaran, hormon akan segera berikatan dengan reseptornya dan memebentuk komplekss hormon-reseptor. Pembentukan hormon-reseptor terjadi melalui mekanisme yang serupa dengan penggabungan antara anak kunci dan gemboknya. Kompleks hormon-reseptor akan memicu serangkaian reaksi biokimia yang menimbulkan tanggapan hayati. Berikut adalah contoh beberapa peristiwa yang dapat diubah oleh hormon dengan cara kerja seperti di atas :
·         Perubahan aktivitas enzim : perubahan aktivitas enzim memungkinkan proses metabolism tertentu dapat terselenggara atau terhenti.
·         Pengaktifan mekanisme transport aktif : proses transport aktif sangat penting bagi sel untuk memasukkan tau mengeluarkan suatu zat.
·         Aktivitas pembentukan mikrotubulus : perubahan aktivitas pembentukan mikrotubulus dapat mempengaruhi berbagai peristiwa yang tergantung padanya, antara alin pergerakan ameba dan mitosis sel.
·         Pengubahan aktivitas metabolism DNA : pengubahan aktivitas metabolisme DNA dapat memepengaruhi proses pertumbuhan atau pembelahan sel.


20
Reseptor Hormon Pada Sitoplasma (Reseptor Sitosolik). Merupakan hormon yang terdapat dalam sitoplasma sel sasaran. Hormon yang menggunakan reseptor sitosolik adalah hormon steroid dan hormon turunan asam amino. Hormon tersebut sangat musah larutdalam lipid sehingga mudah melewati membrane sel sasaran. Selama dalam peredaran darah ke seluruh tubuh, hormon selalu berkaitan dengan pengembannnya. Hormon akan terlepas dari molekul pengemban dan masuk ke sel sasaran. Dalam sitoplasma sel sasaran, hormon berkombinasi dengan reseptor khusus sehingga menghasilkan kompleks hormon-reseptor yang aktif. Kompleks tersebut memiliki daya gabung yang sanagt tinggi terhadap DNA sehingga setelah masuk ke inti, akan segera berkombinasi dengan DNA. Hal ini yang mengawali transkrip DNA. Pengikatan kompleks hormon-reseptor pada daerah promoter akan merangsang gen tertentu untuk aktif atau pasif.
G.     SISTEM ENDOKRIN PADA INVERTEBRATA
Sejumlah invertebrata tidak mempunya organ khusus untuk sekresi hormon sehingga sekresinya dilaksanakan oleh sel neurosekretori, yang merupakan sumber hormon pada invertebrata. Sel neurosekretori dapat ditemukan antara lain.
·         Coelenterata
Contohnya ialah Hydra. Hydra mempunyai sejumlah sel yang dapat menghasilkan senyawa kimia yang berperan dalam proses reproduksi, pertumbuhan, dan regenerasi. Apabila kepala hydra dipotong, sisa tubuhnya akan mengeluarkan molekul peptide yang disebut activator kepala. Zat tersebut akan memnyebabkan sisa tubuh hydra dapat membentuk mulut dan tentakel, dan selanjutnya membenyuk daerah kepala.
·         Platihelminthes
Hewan ini dapat menghasilkan hormon yang berperan penting dalam proses regenerasi. Hormon yang dihasilkan tersebut juga terlibat dalam regulasi osmotic, ionic, dan dalam proses reproduksi.
·         Nematoda
           Hewan ini dapat mengalami ganti kulit hingga 4 kali dalam siklus hidupnya., serta mempunyai struktur khusus yang berfungsi untuk sekresi neurohormon, yang berkaitan erat dengan sistem saraf. Struktur khusus tersebut terdapat pada ganglion di daerah kepala dan beberapa pada daeran korda saraf.



21
·         Annelida
Cacing poliseta dewasa dapat mengalami epitoki yakni perubahan sejumlah ruas tubuh menjadi struktur reproduktif. Epitoki ini dikendalikan oleh sistem neuroendokrin. Hormon yang dilepaskan akan menghambat epitoki sehingga epitoki akan berlangsung ketika kadar hormon tersebut sangaan rendah.
·         Moluska
Pada hewan ini ditemukannya hormon yang merangsang pelepasna telur dari gonad dan pengeluaran telur dari tubuh.dalam hal ini, kelenjar endokrin klasik memiliki peran yang sangat penting. Kelenjar optic disuga menyekresi beberapa hormon yang diperlukan untuk perkembangan sperma dan ovum.
·         Crustacea
Crustacea memiliki sejumlah sel kecil sel endokrin klasik, yaitu organ Y dan kelenjar mandibula. Organ Y merupakan sepasang kelenjar yang terletak di daerah toraks tepatnya pada ruas maksila atau antenna. Hormon Y mempengaruhi proses molting. Kelenjar mandibula terletak di dekat organ Y memiliki fungsi endokrin juga. Krustasea juga memiliki kelenjar androgenic yang berperan dalam perkembanagn testis dan produksi sperma.
·         Insekta
Terdapat 3 kelompok sel neuroendokrin yang utama, sebagai berikut.
1.      Sel neurosekretori medialis : memiliki akson yang membentang hingga ke korpora kardiaka, yakni sepasng organ yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan pelepasan neurohormon.
2.      Sel neurosekretori lateralis : memiliki akson yang membentang hingga ke korpora kardiaka.
3.      Sel neurosekretori subesofageal : terdapat di bawah kerongkongan dan memiliki akson yang membentang ke korpora alata yang merupakan organ endokrin klasik.
Ketiganya berfungsi untuk mengendalikan berbagai aktivitas pertumbuhan dan pengelupasan rangka luar (kulit luar).



22
H.    SISTEM ENDOKRIN PADA VERTEBRATA
Kelenjar Pituitari
Kelenjar pituitari ini dikenal sebagai master of glands (raja dari semua kelenjar) karena pituitari itu dapat mengkontrol kelenjar endokrin lainnya. Sekresi hormon dari kelenjar pituitari ini dipengaruhi oleh faktor emosi dan perubahan iklim.
a. Hipofisis anterior:
Hormon Somatotropin(untuk pembelahan sel,pertumbuhan)
Hormon tirotropin(sintesis hormon tiroksin dan pengambilan unsur yodium)
Hormon Adrenokortikotropin(merangsang kelenjar korteks membentuk hormon)
Hormon Laktogenik(sekresi ASI)
Hormon Gonadotropin( FSH pada wanita pemasakan folikel, pada pria pembentukan spermatogonium; LH pada wanita pembentukan korpus luteum,pada pria merangsang sel interstitial membentuk hormon testosteron)
b. Hipofisis Medula(membentuk hormon pengatur melanosit)
c.  Hipofisis posterior
Hormon oksitosin(merangsang kontraksi kelahiran)
Hormon Vasopresin( merangsang reabsorpsi air ginjal).







23
Organ
Hormon
Fungsi Hormon
Rahim dan kelenjar susu
Oksitosin
Memacu kontraksi rahim selama melahirkan dan pengeluaran air susu dari kelenjar susu
Ginjal
Hormon Anti Diuretik (ADH)
Mempertahankan kadar air dalam darah dengan meningkatkan penyerapan air dari ginjal
Kelenjar Tiroid
Hormon Pemacu Tiroid (TSH)
Memacu pembentukan dan pengeluaran hormon tiroid
Kelenjar Adrenal
Adrenokortikotropik hormon (ACTH)
Memacu pembentukan dan pengeluaran hormon steroid di korteks adrenal
Organ Reproduksi
Gonadotropin (LH, FSH)
Merangsang pembentukkan ovum dan sperma aerta sejumlah fungsi reproduktif lainnya
Kelenjar susu
Prolactin
Merangsang pembentukan pengeluaran hormon steroid air susu setelah melahirkan
Tulang dan otot
Hormon pertumbuhan (GH)
Merangsang pertumbuhan badan












24
Organ
Hormon
Fungsi Hormon
Paratiroid
Parathormon 

Meningkatkan kadar kalsium darah
Tiroid 

Kalsitonin 

Tiroksin

Menurunkan kadar kalsium darah 
Meningkatkan metabolisme sel
dan berperan penting dalam pertumbuhan serta pemasakan sel (tubuh) secara normal
Lambung
Gastrin
Mengatur sekresi asam lambung
Medula adrenal
Adrenalin
Respons segera terhadap stress, antara lain meningkatkan kadar gula darah dan curah jantung
Korteks adrenal
Glukokortikoid 
(kortikosteron)
Mineralokortikoid
(aldosteron)
Regulasi metabolisme 

Mengatur kadar elektrolit
Ovarium
Esterogen 
Progesterone
Menginisiasi proliferasi endometrium 
Mempertahankan ketebalan endometrium
Testis
Androgen 
(testosteron)

Mempertahankan pembentukan sperma, 
Dan terlibat dalam perkembangan ciri seks sekunder





25
I.       PENYAKIT PADA SISTEM ENDOKRIN
Setiap tubuh seseorang pasti mengalami perubahan dan akan mempengaruhi fungsi sistem endikron dan sekresi (keluarnya) hormon. Berubahnya tingkat hormon bisa dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti stress, infeksi, penuaan, genetik, dan lingkungan yang bisa merusak keseimbangan badan. Bila sistem endokrin tidak seimbang, ia akan terganggu dan tidak dapat berfungsi dengan baik. Hal ini akan menyebabkan ketidakseimbangan hormon dan bisa merusak kesehatan kita lewat beragam cara. Ada banyak penyakit sistem endokrin yang diakibatkan oleh gangguan pada sistem yang komplek ini. Di antara penyakit-penyakit yang sudah polpuler antara lain:
·         Gangguan pertumbuhan, seseorang yang kelebihan hormon pertumbuhan akan mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Pada anak-anak kelebihan hormon pertumbuhan disebut gigantisme dan pada orang dewasa disebut ackromegali. Sebaliknya, bila anak-anak mengalami kekurangan hormon, ia akan mengalami kekerdilan.
·         Hyperprolactinemia, sekresi prolaktin yang berlebihan. Hal ini bisa menyebabkan produksi/keluarnya air susu ibu (galactoorhea) meski tidak mengandung atau tidak menstruasi (amemorrhea).
·         Kegagalan fungsi gonad (hypogonadisme, akibat kekurangan sekresi Hormon Peluteinan (LH) dan Hormon Perangsang Folikel (FSH). Keadaan ini biasanya sering dialami pria, yakni berupa kegagalan menghasilkan jumlah sperma yang normal.
·         Penyakit tiroid, hormon tiroid yang berlebihan sebagai hasil dari kelenjar tiroid yang terlalu aktif disebut hyperthyroidisme. Hal ini akan menyebabkan badan meningkatkan keadaan metabolik yang naik. Kondisi ini akan mengabkibatkan banyak sistem dalam tubuh mengembangkan fungsi yang tidak normal. Hypothyroidisme adalah kondisi di mana hormon tiroid kurang disekresi dari kelenjar tiroid yang kurang aktif. Hal ini akan melambatkan proses-proses dalam tubuh dan mungkin mengakibatkan kepenatan, denyut jantung lemah, kulit menjadi kering, berat badan meningkat, dan sembelit. Pada anak-anak, penyakit ini menyebabkan pertumbuhan yang lambat dan telatnya masa balig.
·         Penyakit kencing manis, penyakit sistem endokrin yang sering kita dijumpai. Penyakit kecing manis ada dua. Jenis pertama terjadi apabila pankreas gagal menghasilkan insulin yang mencukupi. Sementara, jenis kedua terjadi akibat badan tidak mampu merespon insulin dengan normal. Penyakit kencing manis ini bisa menyebabkan gagal ginjal, neuropathy dan kerusakan saraf, kebutaan, amputasi kaki, sakit jantung, serta stroke.
·         Osteoporosis, terjadi baik pada wanita maupun laki-laki. Ini terjadi bila struktur tulang menjadi semakin lemah dan kelihatan seperti retak atau patah. Banyak faktor penyebabnya, termasuk kekurangan hormon estrogen pada masa menopaus wanita, atau kekurangan hormon tetosteron pada laki-laki seiring bertambhnya usia.


26
·         Sindrom Ovari Polisistik, PholycysticOvary Syndrome (PCOS) adalah penyakit endokrin yang menyerang lebih kurang 5% jumlah wanita. Wanita yang mengalami PCOS ini menghasilkan jumlah hormon seks lelaki (endogren) yang berlebihan. Hal ini bisa menghalangi proses ovulasi dan menyebabkan ketidaksuburan. Para penderita PCOS mungkin mengalami gangguan menstruasi atau malah tidak menstruasi, tidak subur, rambut yang tumbuh berlebihan. Penyakit ini bisa mengakibatkan gangguan kesehatan jangka panjang pada wanita.
·         Menopause, yakni masa perubahan badan di mana level estrogen, testosteron, dan progesteron semakin berkurang dan akhirnya sama sekali berhenti produksi. Kekurangan estrogen menyebabkan badan terasa panas, berpeluh, emosi tidak stabil, murung, vagina kering, urin terganggu, hilang konsentrasi, dsb. Ada banyak risiko jangka panjang yang bisa terjadi seperti penyakit kardiovaskular meningkat, kegemukan, perubahan tingkat kolesterol, risiko osteoporosis meningkat, penyakit Alzhiemer, dsb.
·         Diabetes insipidus, penyakit diakibatkan oleh kekurangan hormon antidiuresis. Masalah ini timbul akibat rusaknya tangkai pituitari atau kelenjar pituitari posterior. Penderita yang mengidap diabetes insipidus ini selalu merasa dahaga dan sering kencing.
·         Ketidakcukupan Adrenal atau penyakit Addison, yakni akibat rusaknya fungsi korteks adrenal dan secara langsung mengakibatkan kekurangan pengeluaran/sekresi hormon kortikosteroid adrenal. Gejala-gejalanya antara lain; badan lemah, penat, loyo, kekurangan/turunnya berat badan, murung, lesu, muntah-muntah, anoreksia, dan hiperpigmentasi.
·        Sindrom Cushing, yakni keadaan akibat hipersekresi [perembesan yang berlebih] glukokortikoid dari korteks adrenal. Gejalanya antara lain termasuk kegemukan, gagal pertumbuhan, lemah otot, kulit mudah lebam, jerawat, tekanan darah tinggi, dan perubahan psikologis.











27
BAB 5
ORGAN REPRODUKSI WANITA

Adapun Organ Reproduksi Wanita terbagi menjadi Lima bagian yang diantaranya adalah:
1.      Sepasang ovarium atau indung telur, berfungsi menghasilkan sel telur,
2.      Sepasang Fimbria, berfungsi untuk menangkap sel terlur dari ovarium,
3.      Sepasang Oviduct atau saluran telur, atau Tuba Fallopi, berfungsi menyalurkan sel telur dari ovarium ke rahim serta terjadinya fertilisasi atau pembuahan,
4.      Uterus (Rahim), berfungsi sebagia tempat tumbuh dan berkembangnya embrio,
5.      Vagina, berfungsi sebagai alat kopulasi (tempat disalurkannya sel sperma) dan sebagai jalur keluarnya bayi.

Kelenjar Reproduksi Organ Reproduksi juga terdiri dari beberapa Kelenjar yang mendukung proses reproduksi. Adapun keempat kelenjar tersebut adalah:

Vesika Seminalis, adalah kelenjar pada pria yang menghasilkan cairan pekat berwarna kuning, mengandung makanan sebagai sumber energi untuk pergerakan sperma.

Kelenjar Prostat, adalah kelenjar pada pria yang berfungsi sebagai penghasil semen terbesar yang bersifat encer, berwarna putih dana berisi makanan untuk sperma.

Kelenjar bulbourethralis, adalah kelenjar yang terdapat pada uretra wanita yang berfungsi mensekresi cairan lendir bening untuk pada menetralkan cairan urine yang bersifatasampadauretra. 

Kelenjar Bartholini, adalah Kelenjar yang terdapat pada vagina wanita berfungsi menghasilkan lendir yang alkalis saat berhubungan badan.





28
Ringkasan:
§  Kemampuan untuk menghasilkan keturunan disebut Reproduksi,
§  Untuk dapat menghasilkan keturunan pria dan wanita harus memiliki Organ dan kelenjar Reproduksi yang sehat.
§  Organ Reproduksi Wanita dan Pria terbagi berdasarkan fungsinya.


Sistem reproduksi manusia laki-laki
Sistem reproduksi adalah suatu rangkaian dan interaksi organ dan zat dalamorganisme yang dipergunakan untuk berkembang biak. Sistem reproduksi pada suatu organisme berbeda antara jantan dan betina. Sistem reproduksi pada perempuan berpusat di ovarium.
Alat reproduksi pada pria a. Sepasang testis, yang terbungkus dalam kantong skrotum, testis berfungsi sebagai penghasil sperma dan hormon testosteron b. Sepasang epididimis, saluran panjang berkelok-kelok terdapat di dalam skrotum
pada wanita ovarium berfungsi menghasilkan ovum dan hormon (estrogen dan progestron) jika sel telur pada ovarium telah masak, akan dilepaskan dari ovarium, pelepasan telur dari ovarium disebut ovulasi
kotrasepsi adalah mencegah trjadinya pembuahan





29
 Alat kelamin luar wanita terdiri atas:
a.       Celah luar yang disebut vulva
b.      Di sebelah kiri dan kanan celah ini dibatasi oleh sepasang bibir, yaitu bibir besar (labiummayor) dan bibir kecil (labium minor)
c.       Di sebelah depan dari vulva terdapat tonjolan yang disebut kelentit (klitoris), yangsejarah terjadinya sama dengan perkembanganpenis pada pria
d.      Ke dalam vulva ini bermuara dua saluran, yaitu saluran urine (urethra) dan salurankelamin (vagina).





































30
 ALAT KELAMIN DALAM WANITA TERDIRI ATAS:

31

a. Ovarium (indung telur)
 Berjumlah sepasang, kecil, dan alat ini terdapat dalam rongga badan, didaerah pinggang,bentuknya seperti telur. Di dalam ovarium terdapat jaringan kelenjar buntu (kelenjarendokrin) dan jaringan yang membuat sel telur (ovum) yang disebut folikel.

b. Saluran reproduksi
*      Saluran telur (tuba fallopi),
 berjumlah sepasang, kanan dan kiri. Pada bagian pangkalnyaberbentuk corong yang disebut infundibulum. Infundibulum dilengkapi dengan jumbai-jumbai yang berfungsi untuk menangkap sel telur yang telah masak dan lepas dari ovarium.-
*      Rahim (uterus),
 bertipe simpleks, artinya hanya memiliki satu ruangan. Berbentuk buahpir, dan bagian bawahnya mengecil disebut leher rahim (cervix). Dinding rahim terdiri atasbeberapa lapisan otot dan jaringan epitel. Lapisan terdalam yang membatasi rongga rahimterdiri atas jaringan epitel yang disebut endometrium atau selaput rahim. Lapisan ini banyakmenghasilkan lendir dan banyak mengandung pembuluh darah. Sebulan sekali, yaitu padawaktu menstruasi (haid), lapisan ini dilepaskan yang diikuti dengan pendarahan. Dindingrahim akan selalu mengalami perubahan ketebalan, dan peristiwanya dipengaruhi olehhormon.-
*      Vagina
, merupakan akhir dari saluran kelamin dalam yang terdapat dalam vulva danmerupakan organ persetubuhan bagi wanita. Karena fungsinya yang penting yakni untukmelahirkan bayi, maka organ ini banyak mempunyai banyak lipatan. Hal ini mempermudahwanita pada waktu melahirkan bayinya, sehingga vagina tersebut tidak sobek. Dindingvagina mempunyai banyak selaput lendir yang berkelenjar, salah satu kelenjar yang pentingialah glandula Bartholini.
Mekanisme produksi ovum dan siklus menstruasi
Ovarium seorang wanita mampu memproduksi sel telur setelah masa puber sampai dewasasubur, yaitu berkisar antara umur 12 sampai dengan 50 tahun. Setelah sel telur habisdiovulasikan, maka seorang wanita tidak lagi mengalami menstruasi (haid), dan disebutmasa menopause. Pada masa menopause alat reproduksi tidak berfungsi lagi dan mengecil,karena berkurangnya produksi hormon kelamin.Mekanisme produksi sel telur oleh folikel diatur oleh hormon yang dihasilkan hipofisis.Mekanisme produksi sel telur dan siklus menstruasi adalah sebagai berikut.- Kelenjar hipofisis menghasilkan hormon
FSH (Follicle Stimulating Hormone).
 Hormon iniberfungsi untuk memacu pembentukan folikel dalam ovarium.- Folikel yang sedang tumbuh tersebut memproduksi hormon
estrogen
. Fungsi hormonestrogen ialah:
merangsang pertumbuhan endometrium dinding rahim
menghambat produksi FSH oleh pituitari
memacu pituitari untuk memproduksi hormone LH (Luteinizing Hormone).




32
 KeluarnyaLH dari hipofisis menyebabkan telur masak, dan keluar dari dalam folikel, peristiwainilah yang disebut
ovulasi
.- Setelah telur masak dan meninggalkan ovarium, LH mengubah folikel menjadi badanberwarna kuning yang disebut
korpus luteum
. Dan sekarang tidak mampu memproduksiestrogen lagi, tetapi mampu memproduksi
hormon progesteron
. Hormon progesteronberfungsi untuk mempercepat dan mempertahankan pertumbuhan endometrium.

-Bila sel telur yang keluar dari ovarium tidak dibuahi
, produksi estrogen terhenti. Halini menyebabkan kadar estrogen dalam darah sangat rendah, akibatnya aktivitas hipofisisuntuk memproduksi LH juga menurun. Penurunan produksi LH menyebabkan korpus luteumtidak dapat memproduksi progesteron. Tidak adanya progesteron dalam darahmenyebabkan penebalan dinding rahim tidak dapat dipertahankan, selanjutnya akan luruhdan terjadilah pendarahan. Inilah yang disebut
Menstruasi

.-Bila terjadi pembuahan sel telur oleh sperma
, maka zigot yang terbentuk akanmelakukan nidasi / transplantasi (penanaman diri) pada endometrium. Zigot akanberkembang menjadi embrio, terus menjadi janin. Selanjutnya placenta janin yang terbentukakan menghasilkan
HCG (Human Chorionic Gonadotropic)
 yang akan menggantikan peranprogesteron. Janin ini mendapat makanan dari tubuh induknya dengan perantaraan plasenta(ari-ari / tembuni).
Sakus vitelinus
 (kantong kuning telur) terletak di antara amnion dan plasenta, merupakantempat pembentukan sel-sel darah dan pembuluh-pembuluh darah yang pertama. Selaput-selaput tersebut berfungsi untuk:
Melindungi embrio terhadap kekeringan dan goncangan-goncangan.
Membantu proses pernapasan, ekskresi dan fungsi-fungsi penting lainnyaselamakehidupannya didalam rahim.

 Amnion
            Merupakan selaput yang membatasi ruangan amnion di mana terdapat embrio. Dindingamnion menghasilkan cairan berupa air ketuban yang berguna untuk menjaga agar embriotetap basah dan tahan goncangan.

Korion
 Merupakan selaput yang terdapat di sebelah luar amnion. Korion dan alantois akan tumbuhkeluar membentuk jonjot dan berhubungan dengan dinding rahim. Jonjot-jonjot korionmenempel pada dinding rahim. Di dalamnya terdapat pembuluh-pembuluh darah yangberhubungan dengan peredaran darah ibu dengan perantaraan plasenta.

33
 Alantois
            Terletak di dalam tali pusat. Jaringan epitelnya menghilang dan yang menetap adalahpembuluh-pembuluh darahnya yang berfungsi untuk menghubungkan sirkulasi embriodengan plasenta. Plasenta dengan embrio dihubungkan oleh tali pusat. Di dalamnya terdapat2 buah pembuluh nadi dan sebuah pembuluh balik yang berhubungan dengan pembuluh-pembuluh darah di dalam plasenta. Zat makanan dan oksigen dari pembuluh darah induknyamelalui plasenta ke tali pusat dan selanjutnya ke pembuluh darah embrio. Sedang zat sisametabolisma dan CO2
 dari pembuluh darah embrio, ke tali pusat, terus ke plasenta, danakhirnya dialirkan ke pembuluh darah ibu. Bila pertumbuhan dan perkembangan janin telahsempurna, janin akan keluar melalui vagina. Selubung janin akan pecah, diikuti keluarnyaplasenta.




















34
BAB 6
PENUTUP
KESIMPULAN
Kesimpulan dari pembahasan diatas kita dapat mengetahui arti dari biologi refroduksi, sejarah perkembangan ilmu biologi dan manfaat ilmu biologi dalam kehidupan sehari-hari, karena dengan ilmu biologi kita bisa mengelompok sesuai dengan ciri-ciri dan kesamaannya.
Dengan klasifikasi makhluk hidup kita bisa dengan mudah mengenal berbagai macam makluk hidup meskipun beragam macamnya, dan berbeda sifat dan karakternya.
Sistem endokrin dan sistem saraf bekerja secara kooperatif untuk mengatur seluruh aktivitas dalam tubuh hewan, dengan cara menghasilkan hormon yang akan mempengaruhi sel sasaran. Hormon dapat dihasilkan oleh organ endokrin sejati ataupun oleh sel neurosekretori. Hormon dapat diklasifikasikan menjadi 3, yaitu hormon steroid, hormon peptide dan hormon turunan tirosin
Hormon mempengaruhi sel target secara spesifik. Pengaruh tersebut berkaitan erta dengan adanya reseptor hormon pada sel target yang sesuai dengan hormon tertentu. Reseptor hormon ada yang terdapat di membrane sel juga terdapat di sitoplasma sel.
Sistem endokrin pada invertebrata masih sederhana dan organ endokrin yang dimiliki pada umumnya berupa organ neuroendokrin, sedangkan sistem endokrin pada vertebrata sangat kompleks. Organ endokrin yang dimiliki vertebrata umumnya berupa organ endokrin klasik dan organ endokrin tepi.
Dengan mempelajari organ refroduksi wanita, kita bisa mengetahui alat genetalia wanita bagian dalam dan luar, serta dapat mengetahui penyakit yang sering terjadi di bagian genetalia luar dan dalam, sehingga kita dapat mengetahui solusi dan cara pengobatannya.






33
DAFTAR PUSTAKA

Campbell, et all. 2003. Biologi Jilid 1. Jakarta : Erlangga.
Diktat Kuliah. 1981. Sistem Endokrin. Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia.
Isnaeni, Wiwi. 2006. Fisiologi Hewan. Yogyakarta : Kanisius.

Seri IPA Biologi SMP Kelas VII, Yudhistira Ghalia Indonesia.
Rahman, A.T. 2005. Evaluasi Mandiri Biologi SMA kelas X. Jakarta : Erlangga
Drs. Surjadi, B, M.Ed & Dra. Siti L, M.Pd. 2006. Biologi : Sains dalam kehidupan 1A. Surabaya: Yudhistira.









34
 













1