MAKALAH
BIOLOGI REPRODUKSI
D3
KEBIDANAN
Dosen pengampu :
dr.H.Abdul Aziz,MM
Nama Kelompok :
1.
Anggun
Sarah Siska Dewi
2.
Anis
Niswatun Azizah
3.
Cicik
Fatmawati
4.
Dewi
Nila Wati
5.
Fifi
Fauziah
6.
Jihan
Syahidah
7.
Popon
Wulandari
8.
Rizki
Rosani Machmudah
9.
Siti
Maesaroh
10. Sumiyati
11. Zakiyah Tsamrotul Fu’adah
POLTEKES
BHAKTI PERTIWI HUSADA CIREBON
Jl.
Kampong Melati no.6A Kesambi Cirebon TELP. (0231) 222530 FAX. (0231) 239611
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang,
kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan
rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah BIOLOGI REPRODUKSI.
Adapun makalah BIOLOGI REPRODUKSI ini telah kami
usahakan semaksimal mungkin dan tentunya dengan bantuan berbagai pihak,
sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami tidak lupa
menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami
dalam pembuatan makalah ini.
Namun tidak lepas dari semua itu, kami menyadar
sepenuhnya bahwa ada kekurangan baik dari segi penyusun bahasanya maupun segi
lainnya. Oleh karena itu dengan lapang dada dan tangan terbuka kami membuka
selebar-lebarnya bagi pembaca yang ingin memberi saran dan kritik kepada kami
sehingga kami dapat memperbaiki makalah biologi reproduksi ini.
Akhirnya penyusun mengharapkan semoga dari makalah
biologi reproduksi ini dapat diambil hikmah dan manfaatnya sehingga dapat
memberikan inpirasi terhadap para pembaca.
Cirebon, Desember 2015
Penyusun
i
DAFTAR
ISI
|
KATA PENGANTAR
………………………………………..................................
i
DAFTAR
ISI……………………………………………………………………......
ii
BAB 1
PENDAHULUAN
a.
Latar Belakang Masalah…………………..…………………………………... 1
b.
Rumusan Masalah……………………………………………………………. 1
c.
Tujuan Penulisan……………………………………………………………... 1
BAB 2 BIOLOGI
REFRODUKSI
a.
Pengertian biologi refroduksi………………………………………………...
2
b.
Perkembangan biologi……………………………………………………...... 3
c.
Ruang lingkup biologi……………………………………………………….. 3
BAB 3 KLASIFIKASI
MAKHLUK HIDUP
a.
Pengertian klasifikasi makhluk hidup………………………………………...
6
b.
System klasifikasi makhluk hidup……………………………………………
7
c.
Tingkatan klasifikasi makhluk hidup………………………………………..
12
BAB 4 HORMON
DAN SISTEM ENDOKRIN
a.
Pengertian system endokrin…………………………………………………. 16
b.
Sel-sel penyusun organ endokrin…………………………………………….
16
c.
Klasifikasi, fungsi, dan sifat hormone……………………………………….
17
d.
Jenis kelenjar endokrin……………………………………………………… 18
e.
Sifat hormone………………………………………………………………... 20
f.
Mekanisme hormone………………………………………………………… 20
g.
System endokrin pada vertebrata……………………………………………..
23
h.
Penyakit pada system endokrin……………………………………………....
26
BAB 5 RGAN
REFRODUKSI WANITA
a.
Pengertian organ refroduksi pada wanita…………………………………….
28
b.
Alat kelamin wanita…………………………………………………………. 31
KASIMPULAN……………………………………………………………………..
33
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………….
34
ii
1.
Kingdom
Kingdom merupakan tingkatan takson
tertinggi. Semula makhluk hidup di dunia ini hanya dikelompokkan menjadi dua
kingdom, yaitu plantae dan animalia. Seiring dengan berkembangnya ilmu
pengetahuan saat ini makhluk hidup dikelompokkan menjadi enam kingdom, yaitu
Monera, Protista, Fungi, Plantae, Animalia, dan Virus.
2. Divisi atau Filum
Setiap
kingdom dapat dibagi lagi menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil. Kelompok
ini pada tumbuhan disebut dengan Divisi, sedangkan pada hewan disebut Filum.
12
Divisi Kingdom plantae
Filum Kingdom Animalia
3.
Kelas
Setiap divisi atau filum dapat
dipecah lagi menjadi kelompok yang lebih kecil yang dikenal kelas. Dasar
pengelompokannya menggunakan sifat atau ciri yang masih umum. Misalnya, divisi
spermatophyta dibedakan lagi menjadi beberapa kelas berdasarkan keping bijinya,
menjadi kelas monokotil dan kelas dikotil.
4. Ordo
Setiap
kelas dapat dipecah menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil yang disebut
ordo. Dasar pengelompokannya adalah sifat atau ciri khusus dari ciri yang
digunakan sebagai dasar pengelompokan tingkat kelas. Misalnya, kelas monokotil
dapat dibedakan menjadi beberapa ordo, di antaranya :
13
5.
Famili
Berdasarkan sifan dan ciri yang
lebih khusus, setiap ordo dapat dibedakan lagi menjadi beberapa famili.
Misalnya, ordo liliales dapat dibedakan menjadi famili lili-lilian
(Liliaceae), dan amarilis (Amaryllidaceae).
6. Genus
Setiap famili dapat dibedakan lagi
menjadi kelompok yang lebih kecil yaitu dikenal dengan Genus. Anggota-anggota
genus mempunyai persamaan ciri yang lebih banyak bila dibandingkan tingkatan takson
di atasnya. Misalnya, famili liliceae terbagi menjadi, genus lili (Lilium),
lidah buaya (Aloe), dan bawang-bawangan (Allium).
7. Species
Spesies merupakan tingkatan takson
terendah dalam klasifikasi. Setiap genus dapat memiliki beberapa species. Misalnya,
genus allium mempunyai dua spesies, yaitu Allium cepa (Bawang merah) dan
Allium sativum (Bawang putih).
Untuk memperjelas klasifikasi dari kingdom hingga spesies, coba perhatikan bagan klasifikasi dari spesies Allium Sativum (Bawang putih) dan Allium Cepa (Bawang merah) berikut ini.
14
Pada klasifikasi yang sangat khusus,
selain tujuh tingkatan takson yang sudah disebutkan masih ada pengelopokan
lebih lanjut, yaitu dengan menambahkan awalan super-, sub-, atau infra-.
Perhatikan klasifikasi berikut ini.
Kunci determinasi adalah kunci untuk mengelompokkan makhluk hidup ke dalam kelompok tertentu. Dalam kunci tersebut terdapat sejumlah deskripsi/keterangan mengenai ciri-ciri bagian tubuh makhluk hidup. Kunci determinasi yang biasa digunakan adalah kunci dikotomi yang berisi sejumlah keterangan yang disusun secara berpasangan. Pada setiap pasangan keterangan, organisme dipisahkan menjadi dua kelompok dengan ciri-ciri yang berlawanan atau berbeda.
15
BAB
4
HORMON
DAN SISTEM ENDOKRIN
A. PENGERTIAN SISTEM ENDOKRIN
Sistem
Endokrin disebut juga kelenjar buntu, yaitu kelenjar yang tidak mempunyai
saluran khusus untuk mengeluarkan sekretnya. Sekret dari kelenjar endokrin
dinamakan hormon. Hormon berperan penting untuk mengatur berbagai aktivitas
dalam tubuh hewan, antara lain aktivitas pertumbuhan, reproduksi, osmoregulasi,
pencernaan, dan integrasi serta koordinasi tubuh. Sistem endokrin hamper selalu
bekerja sama dengan sistem saraf, namun cara kerjanya dalam mengendalikan
aktivitas tubuh berbeda dari sistem saraf. Ada dua perbedaaan cara kerja antara
kedua sistem tersebut. Kedua perbedaan tersebut adalah sebagai berikut.
1.
Dibandingkan dengan sistem saraf,
sistem endokrin lebih nanyak bekerja melalui transmisi kimia.
2.
Sistem endokrin memperhatikan waktu
respons lebih lambat daripada sistem saraf. Pada sistem saraf, potensial aksi
akan bekerja sempurna hanya dalam waktu 1-5 milidetik, tetapi kerja endokrin
melalui hormon baru akan sempurna dalam waktu yang sangat bervariasi, berkisar
antara beberapa menit hingga beberapa jam. Hormon adrenalin bekerja hanya dalam
waktu singkat, namun hormon pertumbuhan bekerja dalam waktu yang sangat lama.
Di bawah kendali sistem endokrin (menggunakan hormon pertumbuhan), proses
pertumbuhan memerlukan waktu hingga puluhan tahun untuk mencapai tingkat
pertumbuhan yang sempurna.
Dasar
dari sistem endokrin adalah hormin dan kelenjar (glandula), sebagai senyawa
kimia perantara, hormon akan memberikan informasi dan instruksi dari sel satu
ke sel lainnya. Banyak hormon yang berbeda-beda masuk ke aliran darah, tetapi
masing-masing tipe hormon tersebut bekerja dan memberikan pengaruhnya hanya
untuk sel tertentu.
B. SEL-SEL
PENYUSUN ORGAN ENDOKRIN
Sel-sel
penyusun organ endokrin dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
1.
Sel Neusekretori
adalah sel yang berbentuk seperti sel saraf, tetapi
berfungsi sebagai penghasil hormon. Contoh sel neusekretori ialah sel saraf
pada hipotalamus. Sel tersebut memperhatikan fungsi endokrin sehingga dapat
juga disebut sebagai sel neuroendokrin. Sesungguhnya, semua sel yang dapat
menghasilkan sekret disebut sebagai sel sekretori. Oleh karena itu, sel saraf
seperti yang terdapat pada hipotalamus disebut sel neusekretori.
16
2.
Sel endokrin sejati
disebut juag sel endokrin kelasik yaitu sel endokrin yang
benar-benar berfungsi sebagai penghasil hormon, tidak memiliki bentuk seperti
sel saraf. Kelenjat endokrin sejati melepaskan hormon yang dihasilkannya secara
langsung ke dalam darah (cairan tubuh). Kelenjar endokrin sejati dapat
ditemukan pada hewan yang memepunyai sistem sirkulasi, baik vertebrata maupun
invertebrata. Hewan invertebrata yang sering menjadi objek studi sistem
endokrin yaitu Insekta, Crustaceae, Cephalopoda, dan Moluska. Kelenjar ensokrin
dapat berupa sel tunggal atau berupa organ multisel.
C.
KLASIFIKASI,
FUNGSI, DAN SIFAT HORMON
Berdasarkan hakekat kimianya, hormon dapat diklasifikasikan
menjadi tiga, yaitu hormon peptide dan protein, steroid, dan turunan tirosin.
Selain
berbagai hormon yang telah disebutkan di atas, terdapat sejumlah zat kimia yang
menyerupai hormon, antara lain :
17
Hormon Thymic : Hormon dari kelenjar timus (thymus),
berperan untuk mempengaruhi perkembangan sel limfosit B menjadi sel plasma,
yaitu sel penghasin antibodi.
Hormon Brakidin : Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar yang
sedang aktif, bekerja sebagai vasodilator (yang menyebabkan pembuluh darah
membesar) sehingga dapat meningkatkan aliran darah dan merangsang pengeluaran
keringat dan air ludah dalam jumlah lebih banyak.
Hormon Eritropuitin : Merupakan glikoprotein yang proses
sintesisnya melibatkan hati dan ginjal, hormon ini dapat merangsang pusat
pembentukan sal darah di sumsum tulang sehingga tubuh akan menghasilkan sel
darah merah dalam jumlah yang lebih banayak. Hal ini bermanfaat dalam
meningkatkan jumlah oksigen yang dapat diangkut oleh darah.
Hormon Prostaglin, Eritropuitin, Histamin, Kinin, dan Renin
dapat disintesis secara luas oleh berbagai jaringan tau organ yang sebenarnya
tidak berfungsi sebagai organ endokrin.
Hormon Feromon : suatu senyawa kimia spesifik yang
dilepaskan oleh hewan ke lingkunganya.dan dpapat menimbulkan respons prilaku,
perkembangan, reproduktif. Dan untuk membereikan daya tarik seksual, menandai
daerah kekuasaan, mengenali individu lain dalam spesies yang sama dan berperan
penting dalam sinkronisasi siklus seksual.
D.
JENIS KELENJAR ENDOKRIN
1.
KELENJAR PITUITARI
Kelenjar
pituitari ini dikenal sebagai master of glands (raja dari semua kelenjar)
karena pituitari itu dapat mengkontrol kelenjar endokrin lainnya. Sekresi
hormon dari kelenjar pituitari ini dipengaruhi oleh faktor emosi dan perubahan
iklim. Pituitari dibagi 2 bagian, yaitu anterior dan posterior.
a.
Hipofisis anterior:
Hormon
Somatotropin(untuk pembelahan sel,pertumbuhan)
Hormon
tirotropin(sintesis hormon tiroksin dan pengambilan unsur yodium)
Hormon
Adrenokortikotropin(merangsang kelenjar korteks membentuk hormon)
Hormon
Laktogenik(sekresi ASI)
Hormon
Gonadotropin( FSH pada wanita pemasakan folikel, pada pria pembentukan
spermatogonium; LH pada wanita pembentukan korpus luteum,pada pria merangsang
sel interstitial membentuk hormon testosteron)
18
b.
Hipofisis Medula(membentuk hormon pengatur melanosit)
c.
Hipofisis posterior
Hormon
oksitosin(merangsang kontraksi kelahiran).
Hormon
Vasopresin( merangsang reabsorpsi air ginjal).
2.
KELENJAR TIROID
Kelenjar
tiroid adalah salah satu dari kelenjar endokrin terbesar pada tubuh manusia.
Kelenjar ini dapat ditemui di leher. Kelenjar ini berfungsi untuk mengatur
kecepatan tubuh membakar energi, membuat protein dan mengatur kesensitifan
tubuh terhadap hormon lainnya. Kelenjar tiroid dapat distimulasi dan menjadi
lebih besar oleh epoprostenol. Fungsi tiroid diatur oleh hormon perangsang
tiroid (TSH) hipofisis, dibawah kendali hormon pelepas tirotropin (TRH)
hipotalamus melalui sistem umpan balik hipofisis-hipotalamus. Faktor utama yang
mempengaruhi laju sekresi TRH dan TSH adalah kadar hormon tiroid yang
bersirkulasi dan laju metabolik tubuh.
3.
KELENJAR PARATIROID
Ada 2 jenis sel dalam
kelejar paratiroid, ada sel utama yang mensekresi hormon paratiroid (PTH) yang
berfungsi sebagai pengendali keseimbangan kalsium dan fosfat dalam tubuh
melalui peningkatan kadar kalsium darah dan penuurunan kadar fosfat darah dan
sel oksifilik yang merupakan tahap perkembangan sel chief.
4.
ADRENALIN
5.
PANKREAS
Kelenjar ini menghasilkan hormon insulin.
6.
KELENJAR KELAMIN (GONAD)
Testis pada laki-laki dan ovarium pada wanita.
Ovum
:Menghasilkan hormon estrogen yang berfungsi untuk menebalkan dinding rahim dan
progesteron yang berfungsi untuk menjaga ketebalan dinding Rahim.
19
E.
SIFAT
HORMON
Semua
hormon umunya memperlihatkan adanya kesamaan sifat. Beberapa sifat yang umum
diperlihatkan oleh hormon ialah sebagai berikut.
F. MEKANISME AKSI HORMON
Reseptor Hormon Pada Membran
Reseptor
untuk hormon pada suatu sel dapat terletak pada membrane atau sitoplasma
biasanya merupakan reseptor untuk hormon protein atau peptida. Apabila sudah
sampai di dekat sel sasaran, hormon akan segera berikatan dengan reseptornya
dan memebentuk komplekss hormon-reseptor. Pembentukan hormon-reseptor terjadi
melalui mekanisme yang serupa dengan penggabungan antara anak kunci dan
gemboknya. Kompleks hormon-reseptor akan memicu serangkaian reaksi biokimia
yang menimbulkan tanggapan hayati. Berikut adalah contoh beberapa peristiwa
yang dapat diubah oleh hormon dengan cara kerja seperti di atas :
·
Perubahan aktivitas enzim :
perubahan aktivitas enzim memungkinkan proses metabolism tertentu dapat
terselenggara atau terhenti.
·
Pengaktifan mekanisme transport
aktif : proses transport aktif sangat penting bagi sel untuk memasukkan tau
mengeluarkan suatu zat.
·
Aktivitas pembentukan mikrotubulus :
perubahan aktivitas pembentukan mikrotubulus dapat mempengaruhi berbagai
peristiwa yang tergantung padanya, antara alin pergerakan ameba dan mitosis
sel.
·
Pengubahan aktivitas metabolism DNA
: pengubahan aktivitas metabolisme DNA dapat memepengaruhi proses pertumbuhan
atau pembelahan sel.
20
Reseptor
Hormon Pada Sitoplasma (Reseptor Sitosolik). Merupakan hormon yang terdapat
dalam sitoplasma sel sasaran. Hormon yang menggunakan reseptor sitosolik adalah
hormon steroid dan hormon turunan asam amino. Hormon tersebut sangat musah
larutdalam lipid sehingga mudah melewati membrane sel sasaran. Selama dalam
peredaran darah ke seluruh tubuh, hormon selalu berkaitan dengan pengembannnya.
Hormon akan terlepas dari molekul pengemban dan masuk ke sel sasaran. Dalam sitoplasma
sel sasaran, hormon berkombinasi dengan reseptor khusus sehingga menghasilkan
kompleks hormon-reseptor yang aktif. Kompleks tersebut memiliki daya gabung
yang sanagt tinggi terhadap DNA sehingga setelah masuk ke inti, akan segera
berkombinasi dengan DNA. Hal ini yang mengawali transkrip DNA. Pengikatan
kompleks hormon-reseptor pada daerah promoter akan merangsang gen tertentu
untuk aktif atau pasif.
G.
SISTEM ENDOKRIN PADA INVERTEBRATA
Sejumlah
invertebrata tidak mempunya organ khusus untuk sekresi hormon sehingga
sekresinya dilaksanakan oleh sel neurosekretori, yang merupakan sumber hormon
pada invertebrata. Sel neurosekretori dapat ditemukan antara lain.
·
Coelenterata
Contohnya
ialah Hydra. Hydra mempunyai sejumlah sel yang dapat menghasilkan senyawa kimia
yang berperan dalam proses reproduksi, pertumbuhan, dan regenerasi. Apabila
kepala hydra dipotong, sisa tubuhnya akan mengeluarkan molekul peptide yang
disebut activator kepala. Zat tersebut akan memnyebabkan sisa tubuh hydra dapat
membentuk mulut dan tentakel, dan selanjutnya membenyuk daerah kepala.
·
Platihelminthes
Hewan
ini dapat menghasilkan hormon yang berperan penting dalam proses regenerasi.
Hormon yang dihasilkan tersebut juga terlibat dalam regulasi osmotic, ionic,
dan dalam proses reproduksi.
·
Nematoda
Hewan ini
dapat mengalami ganti kulit hingga 4 kali dalam siklus hidupnya., serta
mempunyai struktur khusus yang berfungsi untuk sekresi neurohormon, yang
berkaitan erat dengan sistem saraf. Struktur khusus tersebut terdapat pada
ganglion di daerah kepala dan beberapa pada daeran korda saraf.
21
·
Annelida
Cacing
poliseta dewasa dapat mengalami epitoki yakni perubahan sejumlah ruas tubuh
menjadi struktur reproduktif. Epitoki ini dikendalikan oleh sistem
neuroendokrin. Hormon yang dilepaskan akan menghambat epitoki sehingga epitoki
akan berlangsung ketika kadar hormon tersebut sangaan rendah.
·
Moluska
Pada
hewan ini ditemukannya hormon yang merangsang pelepasna telur dari gonad dan
pengeluaran telur dari tubuh.dalam hal ini, kelenjar endokrin klasik memiliki
peran yang sangat penting. Kelenjar optic disuga menyekresi beberapa hormon
yang diperlukan untuk perkembangan sperma dan ovum.
·
Crustacea
Crustacea
memiliki sejumlah sel kecil sel endokrin klasik, yaitu organ Y dan kelenjar
mandibula. Organ Y merupakan sepasang kelenjar yang terletak di daerah toraks
tepatnya pada ruas maksila atau antenna. Hormon Y mempengaruhi proses molting.
Kelenjar mandibula terletak di dekat organ Y memiliki fungsi endokrin juga.
Krustasea juga memiliki kelenjar androgenic yang berperan dalam perkembanagn
testis dan produksi sperma.
·
Insekta
Terdapat 3
kelompok sel neuroendokrin yang utama, sebagai berikut.
1.
Sel neurosekretori medialis :
memiliki akson yang membentang hingga ke korpora kardiaka, yakni sepasng organ
yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan pelepasan neurohormon.
2.
Sel neurosekretori lateralis :
memiliki akson yang membentang hingga ke korpora kardiaka.
3.
Sel neurosekretori subesofageal :
terdapat di bawah kerongkongan dan memiliki akson yang membentang ke korpora
alata yang merupakan organ endokrin klasik.
Ketiganya berfungsi untuk
mengendalikan berbagai aktivitas pertumbuhan dan pengelupasan rangka luar
(kulit luar).
22
H. SISTEM ENDOKRIN
PADA VERTEBRATA
Kelenjar Pituitari
Kelenjar
pituitari ini dikenal sebagai master of glands (raja dari semua kelenjar)
karena pituitari itu dapat mengkontrol kelenjar endokrin lainnya. Sekresi
hormon dari kelenjar pituitari ini dipengaruhi oleh faktor emosi dan perubahan
iklim.
a. Hipofisis anterior:
Hormon Somatotropin(untuk pembelahan
sel,pertumbuhan)
Hormon tirotropin(sintesis hormon
tiroksin dan pengambilan unsur yodium)
Hormon
Adrenokortikotropin(merangsang kelenjar korteks membentuk hormon)
Hormon Laktogenik(sekresi ASI)
Hormon
Gonadotropin( FSH pada wanita pemasakan folikel, pada pria pembentukan
spermatogonium; LH pada wanita pembentukan korpus luteum,pada pria merangsang
sel interstitial membentuk hormon testosteron)
b. Hipofisis Medula(membentuk hormon
pengatur melanosit)
c. Hipofisis posterior
Hormon oksitosin(merangsang
kontraksi kelahiran)
Hormon Vasopresin( merangsang
reabsorpsi air ginjal).
23
24
25
I.
PENYAKIT
PADA SISTEM ENDOKRIN
Setiap
tubuh seseorang pasti mengalami perubahan dan akan mempengaruhi fungsi sistem
endikron dan sekresi (keluarnya) hormon. Berubahnya tingkat hormon bisa
dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti stress, infeksi, penuaan, genetik, dan
lingkungan yang bisa merusak keseimbangan badan. Bila sistem endokrin tidak
seimbang, ia akan terganggu dan tidak dapat berfungsi dengan baik. Hal ini akan
menyebabkan ketidakseimbangan hormon dan bisa merusak kesehatan kita lewat
beragam cara. Ada banyak penyakit sistem endokrin yang diakibatkan oleh
gangguan pada sistem yang komplek ini. Di antara penyakit-penyakit yang sudah
polpuler antara lain:
·
Gangguan
pertumbuhan, seseorang yang kelebihan hormon
pertumbuhan akan mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Pada anak-anak
kelebihan hormon pertumbuhan disebut gigantisme dan pada orang dewasa
disebut ackromegali. Sebaliknya, bila anak-anak mengalami kekurangan
hormon, ia akan mengalami kekerdilan.
·
Hyperprolactinemia, sekresi prolaktin yang berlebihan. Hal ini bisa
menyebabkan produksi/keluarnya air susu ibu (galactoorhea) meski tidak
mengandung atau tidak menstruasi (amemorrhea).
·
Kegagalan
fungsi gonad (hypogonadisme, akibat
kekurangan sekresi Hormon Peluteinan (LH) dan Hormon Perangsang Folikel (FSH).
Keadaan ini biasanya sering dialami pria, yakni berupa kegagalan menghasilkan
jumlah sperma yang normal.
·
Penyakit
tiroid, hormon tiroid yang berlebihan
sebagai hasil dari kelenjar tiroid yang terlalu aktif disebut hyperthyroidisme.
Hal ini akan menyebabkan badan meningkatkan keadaan metabolik yang naik.
Kondisi ini akan mengabkibatkan banyak sistem dalam tubuh mengembangkan fungsi
yang tidak normal. Hypothyroidisme adalah kondisi di mana hormon tiroid
kurang disekresi dari kelenjar tiroid yang kurang aktif. Hal ini akan
melambatkan proses-proses dalam tubuh dan mungkin mengakibatkan kepenatan,
denyut jantung lemah, kulit menjadi kering, berat badan meningkat, dan
sembelit. Pada anak-anak, penyakit ini menyebabkan pertumbuhan yang lambat dan
telatnya masa balig.
·
Penyakit
kencing manis, penyakit sistem endokrin yang
sering kita dijumpai. Penyakit kecing manis ada dua. Jenis pertama terjadi
apabila pankreas gagal menghasilkan insulin yang mencukupi. Sementara, jenis
kedua terjadi akibat badan tidak mampu merespon insulin dengan normal. Penyakit
kencing manis ini bisa menyebabkan gagal ginjal, neuropathy dan kerusakan
saraf, kebutaan, amputasi kaki, sakit jantung, serta stroke.
·
Osteoporosis, terjadi baik pada wanita maupun laki-laki. Ini terjadi
bila struktur tulang menjadi semakin lemah dan kelihatan seperti retak atau
patah. Banyak faktor penyebabnya, termasuk kekurangan hormon estrogen pada masa
menopaus wanita, atau kekurangan hormon tetosteron pada laki-laki seiring bertambhnya
usia.
26
·
Sindrom
Ovari Polisistik, PholycysticOvary Syndrome
(PCOS) adalah penyakit endokrin yang menyerang lebih kurang 5% jumlah wanita.
Wanita yang mengalami PCOS ini menghasilkan jumlah hormon seks lelaki
(endogren) yang berlebihan. Hal ini bisa menghalangi proses ovulasi dan
menyebabkan ketidaksuburan. Para penderita PCOS mungkin mengalami gangguan
menstruasi atau malah tidak menstruasi, tidak subur, rambut yang tumbuh
berlebihan. Penyakit ini bisa mengakibatkan gangguan kesehatan jangka panjang
pada wanita.
·
Menopause, yakni masa perubahan badan di mana level estrogen,
testosteron, dan progesteron semakin berkurang dan akhirnya sama sekali
berhenti produksi. Kekurangan estrogen menyebabkan badan terasa panas,
berpeluh, emosi tidak stabil, murung, vagina kering, urin terganggu, hilang
konsentrasi, dsb. Ada banyak risiko jangka panjang yang bisa terjadi seperti
penyakit kardiovaskular meningkat, kegemukan, perubahan tingkat kolesterol,
risiko osteoporosis meningkat, penyakit Alzhiemer, dsb.
·
Diabetes
insipidus, penyakit diakibatkan oleh
kekurangan hormon antidiuresis. Masalah ini timbul akibat rusaknya tangkai
pituitari atau kelenjar pituitari posterior. Penderita yang mengidap diabetes
insipidus ini selalu merasa dahaga dan sering kencing.
·
Ketidakcukupan
Adrenal atau penyakit Addison,
yakni akibat rusaknya fungsi korteks adrenal dan secara langsung mengakibatkan
kekurangan pengeluaran/sekresi hormon kortikosteroid adrenal. Gejala-gejalanya
antara lain; badan lemah, penat, loyo, kekurangan/turunnya berat badan, murung,
lesu, muntah-muntah, anoreksia, dan hiperpigmentasi.
·
Sindrom
Cushing, yakni keadaan akibat hipersekresi
[perembesan yang berlebih] glukokortikoid dari korteks adrenal. Gejalanya
antara lain termasuk kegemukan, gagal pertumbuhan, lemah otot, kulit mudah
lebam, jerawat, tekanan darah tinggi, dan perubahan psikologis.
27
BAB
5
ORGAN
REPRODUKSI WANITA
1. Sepasang ovarium atau indung telur, berfungsi menghasilkan
sel telur,
2. Sepasang Fimbria, berfungsi untuk menangkap sel terlur dari
ovarium,
3. Sepasang Oviduct atau saluran telur, atau Tuba Fallopi,
berfungsi menyalurkan sel telur dari ovarium ke rahim serta terjadinya
fertilisasi atau pembuahan,
4. Uterus (Rahim), berfungsi sebagia tempat tumbuh dan
berkembangnya embrio,
5. Vagina, berfungsi sebagai alat kopulasi (tempat
disalurkannya sel sperma) dan sebagai jalur keluarnya bayi.
Kelenjar Reproduksi Organ
Reproduksi juga terdiri dari beberapa
Kelenjar yang mendukung proses reproduksi. Adapun keempat kelenjar tersebut
adalah:
Vesika Seminalis,
adalah kelenjar pada pria yang menghasilkan cairan pekat berwarna kuning,
mengandung makanan sebagai sumber energi untuk pergerakan sperma.
Kelenjar Prostat,
adalah kelenjar pada pria yang berfungsi sebagai penghasil semen terbesar yang
bersifat encer, berwarna putih dana berisi makanan untuk sperma.
Kelenjar bulbourethralis,
adalah kelenjar yang terdapat pada uretra wanita yang berfungsi mensekresi
cairan lendir bening untuk pada menetralkan cairan urine yang
bersifatasampadauretra.
Kelenjar Bartholini,
adalah Kelenjar yang terdapat pada vagina wanita berfungsi menghasilkan lendir
yang alkalis saat berhubungan badan.
28
Ringkasan:
§
Kemampuan untuk menghasilkan
keturunan disebut Reproduksi,
§
Untuk dapat menghasilkan keturunan
pria dan wanita harus memiliki Organ dan kelenjar Reproduksi yang sehat.
§ Organ Reproduksi Wanita dan Pria terbagi berdasarkan
fungsinya.
Sistem reproduksi adalah
suatu rangkaian dan interaksi organ dan zat dalamorganisme yang dipergunakan untuk berkembang biak. Sistem
reproduksi pada suatu organisme berbeda antara jantan dan betina. Sistem reproduksi pada perempuan berpusat di ovarium.
Alat reproduksi pada pria a.
Sepasang testis, yang terbungkus dalam kantong skrotum, testis berfungsi
sebagai penghasil sperma dan hormon testosteron b. Sepasang epididimis, saluran
panjang berkelok-kelok terdapat di dalam skrotum
pada wanita ovarium
berfungsi menghasilkan ovum dan hormon (estrogen dan progestron) jika sel telur
pada ovarium telah masak, akan dilepaskan dari ovarium, pelepasan telur dari
ovarium disebut ovulasi
kotrasepsi adalah mencegah trjadinya pembuahan
29
Alat
kelamin luar wanita terdiri atas:
a.
Celah luar yang disebut vulva
b.
Di sebelah kiri dan
kanan celah ini dibatasi oleh sepasang bibir, yaitu bibir besar
(labiummayor) dan bibir kecil (labium minor)
c.
Di sebelah depan dari
vulva terdapat tonjolan yang disebut kelentit (klitoris),
yangsejarah terjadinya sama dengan perkembanganpenis pada pria
d.
Ke dalam vulva
ini bermuara dua saluran, yaitu saluran urine (urethra) dan
salurankelamin (vagina).
30
ALAT KELAMIN DALAM WANITA TERDIRI ATAS:
31
a. Ovarium (indung telur)
Berjumlah sepasang,
kecil, dan alat ini terdapat dalam rongga badan, didaerah pinggang,bentuknya
seperti telur. Di dalam ovarium terdapat jaringan kelenjar buntu
(kelenjarendokrin) dan jaringan yang membuat sel telur (ovum) yang disebut
folikel.
b. Saluran reproduksi
berjumlah sepasang, kanan
dan kiri. Pada bagian pangkalnyaberbentuk corong yang disebut infundibulum.
Infundibulum dilengkapi dengan jumbai-jumbai yang berfungsi untuk menangkap sel
telur yang telah masak dan lepas dari ovarium.-
bertipe simpleks, artinya
hanya memiliki satu ruangan. Berbentuk buahpir, dan bagian bawahnya mengecil
disebut leher rahim (cervix). Dinding rahim terdiri atasbeberapa lapisan otot dan
jaringan epitel. Lapisan terdalam yang membatasi rongga rahimterdiri atas
jaringan epitel yang disebut endometrium atau selaput rahim. Lapisan ini
banyakmenghasilkan lendir dan banyak mengandung pembuluh darah. Sebulan sekali,
yaitu padawaktu menstruasi (haid), lapisan ini dilepaskan yang diikuti dengan
pendarahan. Dindingrahim akan selalu mengalami perubahan ketebalan, dan
peristiwanya dipengaruhi olehhormon.-
, merupakan akhir dari saluran
kelamin dalam yang terdapat dalam vulva danmerupakan organ persetubuhan bagi
wanita. Karena fungsinya yang penting yakni untukmelahirkan bayi, maka organ
ini banyak mempunyai banyak lipatan. Hal ini mempermudahwanita pada waktu
melahirkan bayinya, sehingga vagina tersebut tidak sobek. Dindingvagina mempunyai
banyak selaput lendir yang berkelenjar, salah satu kelenjar yang pentingialah
glandula Bartholini.
Mekanisme produksi ovum dan
siklus menstruasi
Ovarium seorang wanita mampu
memproduksi sel telur setelah masa puber sampai dewasasubur, yaitu berkisar
antara umur 12 sampai dengan 50 tahun. Setelah sel telur habisdiovulasikan,
maka seorang wanita tidak lagi mengalami menstruasi (haid), dan disebutmasa
menopause. Pada masa menopause alat reproduksi tidak berfungsi lagi dan
mengecil,karena berkurangnya produksi hormon kelamin.Mekanisme produksi
sel telur oleh folikel diatur oleh hormon yang dihasilkan hipofisis.Mekanisme
produksi sel telur dan siklus menstruasi adalah sebagai
berikut.- Kelenjar hipofisis menghasilkan hormon
FSH (Follicle Stimulating
Hormone).
Hormon iniberfungsi untuk
memacu pembentukan folikel dalam
ovarium.- Folikel yang sedang tumbuh tersebut memproduksi hormon
estrogen
. Fungsi hormonestrogen ialah:
merangsang pertumbuhan endometrium dinding
rahim
menghambat produksi FSH oleh
pituitari
memacu pituitari untuk
memproduksi hormone LH (Luteinizing Hormone).
32
KeluarnyaLH dari
hipofisis menyebabkan telur masak, dan keluar dari dalam folikel,
peristiwainilah yang disebut
ovulasi
.- Setelah
telur masak dan meninggalkan ovarium, LH mengubah folikel
menjadi badanberwarna kuning yang disebut
korpus luteum
. Dan sekarang tidak mampu
memproduksiestrogen lagi, tetapi mampu memproduksi
hormon progesteron
. Hormon progesteronberfungsi
untuk mempercepat dan mempertahankan pertumbuhan endometrium.
-Bila sel telur yang keluar
dari ovarium tidak dibuahi
, produksi estrogen terhenti.
Halini menyebabkan kadar estrogen dalam darah sangat rendah, akibatnya
aktivitas hipofisisuntuk memproduksi LH juga menurun. Penurunan produksi LH
menyebabkan korpus luteumtidak dapat memproduksi progesteron. Tidak adanya
progesteron dalam darahmenyebabkan penebalan dinding rahim tidak dapat
dipertahankan, selanjutnya akan luruhdan terjadilah pendarahan. Inilah yang
disebut
Menstruasi
.-Bila terjadi pembuahan sel
telur oleh sperma
, maka zigot yang terbentuk
akanmelakukan nidasi / transplantasi (penanaman diri) pada
endometrium. Zigot akanberkembang menjadi embrio, terus menjadi janin.
Selanjutnya placenta janin yang terbentukakan menghasilkan
HCG (Human Chorionic Gonadotropic)
yang akan menggantikan
peranprogesteron. Janin ini mendapat makanan dari tubuh induknya dengan
perantaraan plasenta(ari-ari / tembuni).
Sakus vitelinus
(kantong kuning telur)
terletak di antara amnion dan plasenta, merupakantempat pembentukan sel-sel
darah dan pembuluh-pembuluh darah yang pertama. Selaput-selaput tersebut
berfungsi untuk:
Melindungi embrio terhadap
kekeringan dan goncangan-goncangan.
Membantu proses pernapasan,
ekskresi dan fungsi-fungsi penting lainnyaselamakehidupannya didalam rahim.
Amnion
Merupakan selaput yang membatasi ruangan amnion di mana
terdapat embrio. Dindingamnion menghasilkan cairan berupa air ketuban yang
berguna untuk menjaga agar embriotetap basah dan tahan goncangan.
Korion
Merupakan
selaput yang terdapat di sebelah luar amnion. Korion dan alantois akan
tumbuhkeluar membentuk jonjot dan berhubungan dengan dinding rahim.
Jonjot-jonjot korionmenempel pada dinding rahim. Di dalamnya terdapat
pembuluh-pembuluh darah yangberhubungan dengan peredaran darah ibu dengan
perantaraan plasenta.
33
Alantois
Terletak di dalam tali pusat. Jaringan epitelnya
menghilang dan yang menetap adalahpembuluh-pembuluh darahnya yang berfungsi
untuk menghubungkan sirkulasi embriodengan plasenta. Plasenta dengan embrio
dihubungkan oleh tali pusat. Di dalamnya terdapat2 buah pembuluh nadi dan
sebuah pembuluh balik yang berhubungan dengan pembuluh-pembuluh darah di dalam
plasenta. Zat makanan dan oksigen dari pembuluh darah induknyamelalui plasenta
ke tali pusat dan selanjutnya ke pembuluh darah embrio. Sedang zat
sisametabolisma dan CO2
dari pembuluh darah embrio, ke tali
pusat, terus ke plasenta, danakhirnya dialirkan ke pembuluh darah ibu. Bila
pertumbuhan dan perkembangan janin telahsempurna, janin akan keluar melalui
vagina. Selubung janin akan pecah, diikuti keluarnyaplasenta.
34
BAB
6
PENUTUP
KESIMPULAN
Kesimpulan
dari pembahasan diatas kita dapat mengetahui arti dari biologi refroduksi,
sejarah perkembangan ilmu biologi dan manfaat ilmu biologi dalam kehidupan
sehari-hari, karena dengan ilmu biologi kita bisa mengelompok sesuai dengan
ciri-ciri dan kesamaannya.
Dengan
klasifikasi makhluk hidup kita bisa dengan mudah mengenal berbagai macam makluk
hidup meskipun beragam macamnya, dan berbeda sifat dan karakternya.
Sistem
endokrin dan sistem saraf bekerja secara kooperatif untuk mengatur seluruh
aktivitas dalam tubuh hewan, dengan cara menghasilkan hormon yang akan mempengaruhi
sel sasaran. Hormon dapat dihasilkan oleh organ endokrin sejati ataupun oleh
sel neurosekretori. Hormon dapat diklasifikasikan menjadi 3, yaitu hormon
steroid, hormon peptide dan hormon turunan tirosin
Hormon
mempengaruhi sel target secara spesifik. Pengaruh tersebut berkaitan erta
dengan adanya reseptor hormon pada sel target yang sesuai dengan hormon
tertentu. Reseptor hormon ada yang terdapat di membrane sel juga terdapat di
sitoplasma sel.
Sistem
endokrin pada invertebrata masih sederhana dan organ endokrin yang dimiliki
pada umumnya berupa organ neuroendokrin, sedangkan sistem endokrin pada
vertebrata sangat kompleks. Organ endokrin yang dimiliki vertebrata umumnya
berupa organ endokrin klasik dan organ endokrin tepi.
Dengan
mempelajari organ refroduksi wanita, kita bisa mengetahui alat genetalia wanita
bagian dalam dan luar, serta dapat mengetahui penyakit yang sering terjadi di
bagian genetalia luar dan dalam, sehingga kita dapat mengetahui solusi dan cara
pengobatannya.
33
DAFTAR
PUSTAKA
Campbell,
et all. 2003. Biologi Jilid 1. Jakarta : Erlangga.
Diktat
Kuliah. 1981. Sistem Endokrin. Fakultas Kedokteran Universitas Kristen
Indonesia.
Isnaeni,
Wiwi. 2006. Fisiologi Hewan. Yogyakarta : Kanisius.
http://id.wikipedia.org/wiki/endokrin, 24 Januari 2011.
http://opensains.wordpress.com/2009/07/27/penyebab-penyakit-endokrin/, 24 Januari 2011.
http://www.indonesiaindonesia.com/f/11222-hormon-sistem-endokrin/, diakses 22 Januari 2011.
http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/sistem-endokrin/, diakses 22 Januari2011.
Seri IPA Biologi SMP Kelas VII, Yudhistira Ghalia Indonesia.
Rahman, A.T. 2005. Evaluasi Mandiri Biologi SMA kelas X.
Jakarta : Erlangga
Drs. Surjadi, B, M.Ed & Dra. Siti L, M.Pd. 2006. Biologi
: Sains dalam kehidupan 1A. Surabaya: Yudhistira.
34
1
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Tidak ada komentar:
Posting Komentar